Sebanyak 77 Keluarga di NTT Terima Sambungan Listrik PLN Gratis

0
61
FOTO bersama di rumah salah satu masyarakat NTT (istimewa)

SUMBA TIMUR, KABARTERKINI.co.id – PT PLN (Persero) memenuhi kebutuhan listrik 77 rumah tangga tidak mampu di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program bantuan ini merupakan hadiah Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko menyampaikan, bantuan pemasangan listrik gratis ini, salah satu program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero). Bantuan diberikan bagi masyarakat 3T yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Total bantuan untuk 1.120 penyambungan listrik ini menggunakan alokasi APBN 2022 sekitar Rp1,2 miliar. Paketnya meliputi pemberian bantuan pembiayaan pemasangan instalasi listrik rumah, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO), Biaya Penyambungan Baru (BP) serta pengisian token listrik perdana,” kata Jatmiko melalui keterangan tertulis, Jumat 19 Agustus 2022.

“Dengan meratanya listrik bagi seluruh masyarakat tidak mampu khususnya di NTT akan meningkatkan taraf hidup mereka dalam menggerakkan roda perekonomian. Terlebih momentum hari Kemerdekaan, ibaratnya masyarakat terbebas dari kegelapan,” katanya lagi.

Bupati Sumba Timur melalui Kepala Dinas Sosial Sumba Timur Oktavianus Tamu Ama mengucapkan terimakasih pada PLN. Karena kerja sama luar biasa dalam pendataan calon penerima bantuan sesuai dengan DTKS, sehingga bantuan ini diterima masyarakat membutuhkan.

“Kami merasa bangga dan bersyukur. Dulu masyarakat yang masih menggunakan pelita akhirnya bisa merasakan listrik di kehidupan mereka. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas bantuan penyambungan baru listrik PLN ini,” ucap Oktavianus.

Salah seorang penerima bantuan Andreas Gah (40), warga Desa Lumbukore bersukacita rumahnya dialiri listrik PLN. Pasalnya, sebelum mendapat pasokan listrik dari PLN, untuk memenuhi kebutuhan penerangan rumah, ia menggunakan pelita dengan bahan bakar minyak tanah.

“Saat saya menggunakan pelita minyak tanah, satu bulan bisa mengeluarkan biaya Rp40 ribu. Kini dengan listrik PLN beli token hanya Rp20 ribu perbulan,” papar Andreas.

Seperti diketahui, Kementerian (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan 80.000 Rumah Tangga tidak mampu dan tinggal di daerah 3T menjadi sasaran program BPBL melalui APBN 2022.

Dari rasio elektrifikasi di NTT dalam 5 tahun terakhir meningkat sebanyak 32,48 persen. Dari sebelumnya Mei 2017 sebesar 59,85 persen, sekarang sudah mencapai 92,33 persen per Juni 2022. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here