Selama PPKM Mikro, Kajari Tanjungpinang Gandeng Organisasi Mitra Bikin Dapur Umum

0
272
KAJARI Tanjungpinang Joko Yuhono

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id – Warga Tanjungpinang terpapar Covid-19 saat ini masih 1.454 orang. Lebih dari 90 persen diantaranya sedang menjalani isolasi mandiri, karena tidak bergejala. Bagi warga tidak mampu masih menjalani masa isolasi mandiri akan disuplai nasi bungkus dari dapur umum.

Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono sebagai penginisiasi dapur umum pada awak media mengatakan, pihaknya akan terus beroperasi selama PPKM yang diterapkan pemerintah hingga 20 Juli mendatang.

“Sasaran kita adalah warga Tanjungpinang yang sedang menjalani isolasi mandiri namun tidak mampu,” ucap Joko saat ditemui di Dapur Umum yang didirikan di Depan Kantor Pengadilan Negeri Lama, Tanjungpinang, Senin 12 Juli 2021.

Untuk Hari Pertama, menurutnya, dapur umum ini akan memasak makanan untuk 70 nasi bungkus. Puluhan nasi bungkus ini akan dibagikan ke berbagai kecamatan.

“Yang terbanyak di Tanjungpinang,” kata Joko tampak didampingi Ketua MUI Tanjungpinang Fauzi, Ketua MUI Kepri Bambang Maryono serta sejumlah pengurus organisasi kepemudaan di Tanjungpinang.

Tujuan dibangun dapur umum, sambungnya, agar warga yang menjalani isolasi mandiri namun tidak mampu secara perekonomian tidak kelayapan atau tetap berada di rumah.

“Keluarga yang kesulitan makanan, cukup telepon petugas, dengan nomor 082288645040.┬áNanti ada relawan mengantar ke titik-titik atau rumah warga menjalani isolasi mandiri. Sedangkan menu makan, bervariatif dan terdiri dari empat sehat lima sempurna,” kata Joko.

“Menunya, ikan, ayam, telur, sayur, termasuk susu dan wedang jahe. Bahkan, kita sedang menggandeng pihak apotik membantu menyuplai vitamin. Sehingga saudara-saudara kita yang sedang menjalani isolasi mandiri tetap sehat,” katanya lagi.

Makanan disediakan, menurut Joko, akan dibagikan dua kali dalam sehari, yakni makan siang dan makan malam. Untuk makan siang akan didistribusikan pukul 11.00 WIB dan makan malam pukul 17.00 WIB.

“Kalau satu keluarga kurang mampu sedang menjalani isolasi mandiri dan dalam keluarga itu ada lima orang, maka kita akan berikan lima bungkus,” terangnya.

Tujuan dibangun dapur umum, ungkap Joko, untuk menjaga kebersamaan dari berbagai elemen masyarakat demi mengatasi wabah Covid yang melanda Tanjungpinang.

“Ada beberapa elemen masyarakat disini, seperti MUI, FKPT, Tagana, Mojan, Perpat, Karang Taruna dan lainnya. Organisasi-organisasi ini sepakat membuat gerakan sosial. Yang intinya, kita peduli. Jadi kita membangun kebersamaan dan membantu saudara kita yang kesulitan,” pungkasnya. (*zaki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here