Sisihkan THR, Cara Cerdas Berinvestasi

0
250
FOTO istimewa

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id —Setiap tahun, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen di nanti. Biasanya, dana ini segera dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja, mudik, berbagi dengan keluarga atau membeli barang yang sudah lama diinginkan.

Tidak ada yang keliru dengan itu, menikmati hasil kerja keras adalah hal wajar. Namun, pernahkah terpikir untuk tidak menghabiskan seluruh THR? Bagaimana jika sebagian disisihkan membangun aset masa depan? Salah satu pilihan dapat dipertimbangkan adalah berinvestasi di Pasar Modal Syariah.

Instrumen ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba, gharar (ketidakjelasan) dan maisir (spekulasi berlebihan). Dengan demikian, investor dapat merasa lebih tenang karena produk tersedia telah melalui proses seleksi dan pengawasan sesuai ketentuan syariah.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh dalam berbagai kesempatan edukasi menyampaikan momentum seperti penerimaan THR sangat tepat memulai kebiasaan investasi. THR seharusnya tidak hanya menjadi dana konsumsi, tetapi menjadi titik awal membangun aset.

Dengan menyisihkan sebagian THR ke instrumen investasi syariah, masyarakat belajar menunda kesenangan sesaat demi keberlanjutan kesejahteraan di masa depan. Di Pasar Modal Syariah Indonesia, tersedia beragam pilihan produk investasi.

Misalnya, saham syariah yang merupakan saham dari perusahaan dengan kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan memenuhi kriteria keuangan tertentu. Daftar saham syariah tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan.

BEI memiliki indeks saham syariah yang dapat menjadi acuan investor dalam memilihnya, seperti Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) yang berisikan seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. Jakarta Islamic Index (JII) berisi 30 saham syariah yang paling likuid.

BACA JUGA :  Listrik Padam Akibat Gangguan Jaringan, Kepala PLN Natuna Minta Kerjasama Masyarakat Pemilik Pohon

JII70, IDX Sharia Growth, IDX-MES BUMN17, dan terbaru S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend Index. Yang memberi pilihan strategi berbeda bagi investor. Informasi mengenai indeks saham syariah di BEI tersedia di www.idx.co.id/id/idx-syariah/indeks-saham-syariah/.

Dengan membeli saham syariah, investor turut memiliki bagian dari perusahaan dan berpotensi memperoleh keuntungan berupa capital gain maupun dividen. Selain saham, terdapat sukuk yang kerap disebut sebagai obligasi syariah oleh masyarakat.

Namun, pada dasarnya sukuk dan obligasi merupakan instrumen berbeda. Sukuk adalah bukti penyertaan atau pembiayaan aset atau proyek mendasarinya yang sesuai syariah. Obligasi adalah instrumen berbentuk surat utang.

Sukuk diterbitkan pemerintah maupun perusahaan untuk pembiayaan proyek tertentu dan umumnya menawarkan imbal hasil relatif stabil dalam periode tertentu. Bagi pemula, reksa dana syariah dapat menjadi pilihan lebih praktis.

Dana dari investor akan dikelola manajer investasi profesional ke dalam portofolio efek syariah yang terdiversifikasi. Dengan modal relatif terjangkau, masyarakat sudah dapat mulai berinvestasi tanpa perlu menganalisis pasar secara mendalam.

“Tidak perlu menunggu dana besar memulai berinvestasi. Justru kebiasaan menyisihkan secara rutin, meski nilainya tidak terlalu besar, akan memberikan hasil signifikan dalam jangka panjang,” kata Irwan.

Pasar Modal Syariah, menurutnya, akan mendorong pola pikir investor dalam pengambilan keputusan agar berfokus terhadap kepemilikan aset produktif dan pertumbuhan nilai dengan memahami bisnis perusahaan bukan hanya berfokus pada pergerakan harga jangka pendek tanpa mempertimbangkan fundamental perusahaan.

BACA JUGA :  Ombudsman Tekankan Tiga Poin pada PLN Batam Jelang Mudik dan Hari Raya Idul Fitri 2024

Oleh karena itu, dana tambahan seperti THR sangat relevan dijadikan modal awal membuka rekening efek syariah dan mulai berinvestasi secara bertahap.

Lebih dari sekadar potensi keuntungan

Menyisihkan THR untuk investasi juga melatih disiplin keuangan. Ketika seseorang mampu menahan diri tidak menghabiskan seluruh dana tambahan, ia sedang membangun karakter finansial lebih kuat. Dalam jangka panjang, akumulasi dari kebiasaan kecil ini dapat berkembang menjadi portofolio yang signifikan.

Jika setiap tahun sebagian THR di investasikan selama 10 hingga 20 tahun, potensi pertumbuhannya tentu jauh lebih besar dibandingkan jika dana tersebut habis untuk konsumsi sesaat. Mengalokasikan THR ke produk Pasar Modal Syariah pada akhirnya merupakan langkah nyata dalam memadukan nilai spiritual dan tanggung jawab finansial.

Dengan niat baik, disiplin serta pemahaman yang tepat, investasi tidak lagi terasa rumit atau menakutkan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan berkelanjutan dan sesuai prinsip syariah. Edukasi investasi syariah telah dilakukan secara masif melalui berbagai kanal, termasuk penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah.

Kemudahan pembukaan rekening secara daring membuat generasi muda pun dapat mulai berinvestasi hanya dengan modal ratusan ribu rupiah.  Informasi lebih lanjut mengenai Pasar Modal Syariah silahkan cek akun instagram resmi @idxislamic dan website resmi www.idxislamic.idx.co.id. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini