
PEKANBARU, KABARTERKINI.co.id – Bupati Bengkalis Kasmarni menerima ulos kehormatan saat menghadiri acara puncak Festival Koor AMA Distrik XXII Riau 2026 di Sapo Godang HKBP Pekanbaru, Riau, Ahad 20 September 2026.
Ulos disematkan kepada Kasmarni bukan sekadar simbol penghormatan. Di balik kain adat salah satu suku terbesar di Sumatera Utara ini, terselip pesan tentang persaudaraan, kebersamaan dan semangat untuk terus berkontribusi bagi daerah.
Sementara kehadiran wanita nomor satu di Bengkalis itu dalam acara, tampak didampingi Ketua Ikatan Keluarga Batak Riau Dr. AB. Purba, Kepala Bapenda Bengkalis Muhammad Thaib, Plt. Kepala Disdik Bengkalis Hadi Prasetyo, Kepala Kesbangpol Bengkalis Suwarto, Kepala Satpol PP Bengkalis H.Alfakhrurrazy, Direktur RSUD Mandau Sylvia Febriani, serta Kepala Dinas Sosial Bengkalis H. Hambali.
Di hadapan keluarga besar HKBP dan peserta festival, Kasmarni mengapresiasi kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Batak yang menurutnya telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Riau.
“Tidak ada lagi jarak. Kita semua adalah bagian dari masyarakat Riau yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga persaudaraan dan membangun daerah,” katanya sambil mengangkat filosofi marsipature hutanabe (saling membenahi atau membangun daerah).
Filosofi ini sebagai semangat memperbaiki, menata dan membangun kampung atau daerah melalui kontribusi nyata. Menurut Kasmarni, nilai tersebut sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah.
“Semangat marsipature hutanabe ini luar biasa. Ketika ada kegiatan, semuanya berbondong-bondong hadir, ikut membantu dan mengambil bagian. Semangat seperti ini perlu terus dijaga demi memperkuat kekompakan dan kebersamaan,” kata Kasmarni.

Selain itu, ia juga menilai Festival Koor AMA memiliki makna lebih luas dari sekadar kompetisi paduan suara. Menurutnya, festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan talenta, mempererat persaudaraan, sekaligus merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Suara berbeda, apabila diarahkan pada tujuan sama akan melahirkan harmoni yang indah. Prinsip yang sama dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Kasmarni.
Perbedaan suku, agama, latar belakang maupun cara pandang, paparnya, tidak seharusnya menjadi penghalang membangun daerah. Karena keberagaman merupakan kekuatan melahirkan harmoni dan kolaborasi.
Oleh karena itu, semangat marsipature hutanabe tidak berhenti dalam seremoni atau festival, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita terus berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Apa yang kita lakukan, sekecil apa pun, jika dilakukan bersama dan untuk kepentingan masyarakat, akan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah,” katanya.
Kepada seluruh peserta Festival Koor AMA, Kasmarni berpesan agar kompetisi dijalani dengan menjunjung tinggi sportivitas dan tetap mengedepankan persaudaraan.
“Menang adalah prestasi. Tetapi persaudaraan tetap harus terjaga setelah kompetisi berakhir. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya mengakhiri. (*Ramanda)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











