Unik, Sejak Pandemi Covid-19 Harga Daging Ayam Kampung Naik

0
667

LHOKSEUMAWE, KABARTERKINI.co.id – Unik, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, hampir seluruh komoditi tergerus harganya, tapi berbeda dengan permintaan daging ayam kampung di Lhokseumawe. Di Kota Petro Dolar itu, harga ayam “desa” tersebut melonjak tajam.

Hasil pantauan kabarterkini.co.id disejumlah pasar tradisional, harga ayam kampung naik cukup signifikan. Semula harganya berkisar Rp65 ribu per-ekor, kini mencapai Rp85 ribu per-ekor.

“Harga sudah naik sejak awal September, mengingat permintaan tinggi,” ungkap Latif (48), salah seorang pedagang ayam potong di pasar tradisional Lhokseumawe, Ahad 22 November 2020.

Meskipun banyak masyarakat mengeluhkan harga ayam kampung melonjak secara drastis, tetapi mereka tetap membeli.

“Kita tidak bisa buat apa-apa. Kita pun membeli ayam kampung ini dari peternak, atau pemilik dari desa-desa harganya pun naik juga,” papar Latif.

Nurjannah (33), seorang pembeli dari Desa Alu Awe, Kecamatan Muara Dua terpaksa membeli ayam kampung, meskipun harganya mahal. Sebab ia mau mengadakan acara aqiqah di rumahnya.

“Saya hanya berharap pemerintah daerah dapat mengatasi persoalan mahalnya harga ayam kampung. Apalagi memasuki Maulid, kalau bisa harga tetap normal,” pesannya.

Sementara, Lhokseumawe, salah satu kota di provinsi Aceh. Letak provinsi ini berada di ujung utara pulau Sumatera atau provinsi paling barat Indonesia.

Di hari-hari tertentu, seperti kanduri, aqiqah serta perayaan hari kelahiran Rasulullah SAW, kebutuhan sembilan bahan pokok akan naik. Harganya akan stabil, ketika hari-hari penting itu, berlalu. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here