Anggaran Gendut KONI Natuna 2011-2015

0
307

kabarterkini.co.id, Natuna – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Natuna Periode 2011-2015 memperoleh anggaran bantuan cukup “ugal-ugalan” dari Pemerintah Kabupaten Natuna. Total anggaran di terima organisasi olahraga kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean selama lima tahun itu, sekitar Rp15 milyar.

Data Laporan Pelaksanaan Kegiatan KONI Natuna 2011 – 2015, di peroleh Info Nusantara, dengan rincian, Rekapitulasi Laporan Surplus, pada 2011, KONI Natuna memperoleh bantuan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Natuna sekitar Rp6,902 milyar. Namun di Pos-pos Laporan Surplus (Devisit), organisasi itu menerima bantuan menjadi kisaran Rp6,850 milyar.

Rekapitulasi Laporan Surplus, pada 2012, KONI Natuna memperoleh bantuan melalui BPKAD Natuna sekitar Rp1,258 milyar. Namun di Pos-pos Laporan Surplus (Devisit), organisasi itu menerima bantuan menjadi kisaran Rp1,2 milyar.

Rekapitulasi Laporan Surplus, pada 2013, KONI Natuna memperoleh bantuan melalui BPKAD Natuna sekitar Rp1,237 milyar. Namun di Pos-pos Laporan Surplus (Devisit), organisasi itu menerima bantuan menjadi kisaran Rp1,220 milyar.

Rekapitulasi Laporan Surplus, pada 2014, KONI Natuna memperoleh bantuan melalui BPKAD Natuna sekitar Rp6,406 milyar. Namun di Pos-pos Laporan Surplus (Devisit), organisasi itu menerima bantuan menjadi kisaran Rp6,3 milyar.

Rekapitulasi Laporan Surplus, pada 2015, KONI Natuna memperoleh bantuan melalui BPKAD Natuna sekitar Rp330 juta. Namun di Pos-pos Laporan Surplus (Devisit), organisasi itu tak menerima bantuan. Selama tahun itu, KONI Natuna mempergunakan sisa anggaran 2014, menjadi kisaran Rp328 juta.

Catatan penting, lima tahun menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui BPKAD Natuna, total sekitar Rp15 milyar, KONI Natuna membeli motor super track pada 2011 – 2013, masing-masing seharga Rp65 juta dan Rp60 juta. Yang menjadi pertanyaan, kemana aset motor dua unit itu berada?

“Motor super track, tak masuk dalam catatan aset KONI Natuna,” kata Ketua Umum KONI Natuna Zamroni saat di konfirmasi melalui ponsel, Sabtu 6 Oktober 2018 siang. “Catatan aset organisasi kami punya, hanya mobil, dengan pajak sudah lama mati.”

Dengan statmen ketua organisasi olahraga periode 2017 – 2021 itu, maka semakin terbuka catatan aset lain tak diketahui rimbanya, yaitu: kursi tamu bludru 20 unit, AC 3 unit, Notebook Thosiba 2 unit, Notebook Lenovo (tak ditulis berapa unit-red), mesin genset 1 unit, camera Canon EOA 60D 1 unit, printer Canon Jet 1 unit, mesin faksimili 2 unit, proyektor Sony VPL – EX 130 1 unit, kursi hidrolik 3 unit, TV LED Sharp 1 unit, dan moubeler meja/kursi Kantor KONI Natuna 1 unit.

Catatan penting lain, sewa kantor KONI Natuna lama, Jalan Sudirman, Ranai Darat, di bayar pertahun, Rp70 juta 2011, Rp65 juta 2012, Rp65,6 juta 2013, Rp100,8 juta 2014, dan nihil laporan 2015.

“Terlalu mahal harga sewa kantor KONI Natuna 2011-2015,” kata sumber Kabarterkini.co.id. “Sewa ruko bertingkat dua dalam kota hanya sekitar Rp35 juta pertahun,” kata sumber itu lagi. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here