Arkeolog Sumut Serahkan Perahu Jelo Berusia 200-500 Tahun ke Tempat Asalnya, Lingga

0
399
PERAHU Jelo usia 200-500 tahun

LINGGA, KABARTERKINI.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga menerima artefak Perahu Jelo (sampan) dari Balai Arkeologi Sumatera Utara, Jumat 3 September 2021. Artefak berusia 200-500 tahun itu diserahkan, karena berasal dari kabupaten berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut.

“Saya menandatangani langsung penerimaan artefak Benda Cagar Budaya berupa sebuah perahu bercadik khas Nusantara,” kata Bupati Lingga Muhammad Nizar dari keterangan tertulis, Sabtu 4 September 2021. “Diserahkan Tim Balai Arkeologi Sumut ke Museum Linggam Cahaya, Daik Lingga.”

Dengan menerima Perahu Jelo, ia sangat mengapresiasi atas kinerja Dinas Kebudayaan Lingga serta Tim Balai Arkeologi Sumut. Mengingat terus berupaya melindungi Benda Cagar Budaya di Nusantara, khususnya Lingga.

“Selain di Papua, rupanya kita mempunyai Perahu Jelo berusia ratusan tahun,” kata Nizar. “Kita harus menjaga dengan baik Benda Cagar Budaya ini.”

Penelitian tentang Perahu Jelo tidak hanya sampai disini. Ia telah menyurati Balai Penelitian. Untuk observasi terhadap Benda Cagar Budaya di dua lokasi, yakni perairan Desa Suak Buaya, Kecamatan Posek dan perairan Batu Belubang, Kecamatan Bakung Serumpun.

“Tim Balai Penelitian akan melakukan observasi secepatnya,” kata orang nomor satu di Lingga itu. “Kita akan terus selamatkan Benda Cagar Budaya milik Lingga.”

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Lingga bersama Tim Balai Arkeologi Sumut telah mengangkat sebuah perahu yang terbenam di Pantai Pulau Sebangka, Kecamatan Senayang.

Setelah dilakukan pengangkatan, perahu dengan panjang 12,55 meter dan lebarnya kurang lebih 1 meter diangkut menggunakan transportasi laut dan darat pada 26 Agustus 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan Lingga Azmi mengatakan kronologis penemuan perahu ini cukup panjang. Terhitung sejak 2007, pihaknya telah mendapatkan kabar keberadaan benda yang diduga Benda Cagar Budaya ini.

“Setelah Perahu Jelo ditemukan, segera kita bawa ke museum,” papar Azmi. “Sesuai amanah dipercayakan pimpinan, saya harus terus menyelamatkan Benda Cagar Budaya milik Lingga ini.”

Kepala Balai Arkeologi Sumut Ketut Wiratyana menyampaikan, selain serah terima sudah terlaksana, pihaknya dari Balai Penelitian menawarkan kerjasama. Karena keberadaan Lingga, sangat kental dengan nilai sejarah dan kebudayaan.

“Kami berharap benda purbakala ini selalu dilestarikan,” kata Ketut. “Kami berkomitmen setiap tahun akan melakukan penelitian di Lingga, tidak hanya dalam bentuk tesis tetapi disertasi.”

Sementara tampak hadir dalam acara penyerahan, antara lain, Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashiruddin, Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy dan Kepala Kesbangpol Lingga, Armia. (*djoni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here