Asisten II Setda Natuna Rakor Virtual Pembahasan Sinergitas Program Kegiatan Lintas Kementerian

0
187

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Asisten II Setda Natuna Tasrif mengikuti rapat koordinasi (rakor) virtual Pembahasan Sinergitas Program Kegiatan Lintas Kementerian dalam Pengembangan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Ranai Berbasis Potensi Unggulan. Rakor virtual berlangsung dari aula Hotel Tren Central, Ranai, Kamis pagi 19 November 2020.

Sekretaris BNPP RI, Suhajar Diantoro dalam sambutan mengatakan arah strategis lembaganya dalam mendukung visi misi Presiden Joko Widodo pada 2020-2024 adalah mewujudkan penegasan dan penetapan batas wilayah negara dengan mengoptimalkan perundingan demarkasi atau segmen batas negara.

SAMBUTAN Asisten II Setda Natuna

Sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan, diantaranya mewujudkan peningkatan pelayanan lintas batas negara dengan pengembangan manajemen tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan melanjutkan pembangunan yang baru. Selain itu, strategi diambil BNPP, akan terus fokus mewujudkan daerah perbatasan maju dengan pengembangan ekonomi baru di 18 PKSN.

“Kita tetap utamakan pembangunan infrastruktur pembuka keterpencilan sarana pelayanan dasar, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia demi untuk mensejahterakan masyarakat di 222 kecamatan lokasi prioritas dan penanganan 49 pulau kecil terluar,” ungkap Suhajar.

PEMBERIAN cenderamata

Asisten II Setda Natuna Tasrif menyatakan, pihaknya bersyukur memiliki potensi daerah yang sangat besar dan menjadi modal utama dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Mengingat luas perairan Natuna berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, sektor kelautan dan perikana sangat berpotensi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan komoditi perikanan, baik secara nasional maupun internasional.

Namun dengan keterbatasan kewenangan dan minimnya belanja pembangunan daerah, membutuhkan waktu lama dalam pelaksanaan pembangunan, terlebih lagi lingkup wilayah Natuna, terpisah lautan. Sehingga upaya pemerataan pembangunan akan memakan biaya cukup besar.

“Kami ucapkan terimakasih atas segala perhatian dan kebijakan pemerintah, terutama BNPP, maupun berbagai lembaga lintas Kementerian telah mendukung pelaksanaan pembangunan di Natuna,” kata Tasrif. (*pro kopim/sri/diana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here