Belum Genap Sehari, Satreskrim Polres Kepulauan Anambas Tangkap Pelaku Penganiaya Istri

0
50
PELAKU (tengah) saat diamankan anggota Satreskrim Polres Kepulauan Anambas (foto istimewa)

ANAMBAS, KABARTERKINI.co.id – Satreskrim Polres Kepulauan Anambas berhasil menangkap KHW, pelaku penganiayaan berat dan pencurian dengan kekerasan terhadap RH, Senin subuh 5 Desember kemarin. Siangnya, pelaku berhasil ditangkap di atas KM Bukit Raya saat sandar di Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja yang akan menuju ke Kota Tanjungpinang.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Syafrudin Semidang Sakti mengatakan, KHW adalah suami dari RH. KHW diduga telah melakukan penganiayaan berat dan atau pencurian dengan kekerasan terhadap korban.

“Korban di aniaya suaminya di kawasan wisata Air Terjun Temburun, Tarempa. Yang melapor adik korban berinisial S,” kata Syafrudin, Selasa 6 Desember 2022, sambil menambahkan, akibat penganiayaan itu, korban sempat dilarikan ke RSUD Tarempa.

Kronologis kejadian, berdasarkan keterangan korban, sambung perwira Kepolisian melati dua emas itu, pelaku datang ke rumah kos korban pukul 04.30 WIB, Senin kemarin. Kemudian mengajak korban jalan-jalan ke Air Terjun Temburun.

Setiba di kawasan wisata itu, pelaku memarkirkan sepeda motor miliknya, dan mengajak korban ke hutan. Didalam hutan, tiba-tiba pelaku emosi, dan langsung mencekik leher korban. Bukan hanya mencekik, pelaku memukul wajah dan kepala korban dengan batu.

Akibatnya korban tidak sadarkan diri alias pingsan. Melihat korban pingsan, pelaku mengikat tangan dan kakinya dengan lakban hitam. Yang diambil didalam jok motor pelaku. Lalu menyeret korban ke sebuah jurang tidak jauh dari lokasi wisata.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, korban terbangun dari pingsan. Tas miliknya berisi handphone, kartu BPJS dan buku nikah tidak ada. Korban berjalan menuju jalan raya mencari pertolongan warga sekitar, dan langsung di evakuasi ke RSUD Tarempa,” kata Syafrudin.

Motif penganiayaan, sambungnya, pelaku merasa sakit hati dan dendam. Sebab korban tidak mau terbuka dalam urusan rumah tangga. Ditambah korban pisah rumah dengan pelaku.

“Atas peristiwa tersebut pelaku dapat dipersangkakan dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo Pasal 351 ayat 1 Jo Pasal 365 ayat 1 Jo Pasal 335 ayat 1 KUHP,” kata Syafrudin mengakhiri. (*andriano)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Mari bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here