Berbicara di ASEAN-ROK CEO Summit, Presiden Ingatkan Peluang dan Tantangan di Era Disrupsi

0
161
Presiden Joko Widodo saat menghadiri ASEAN-RoK CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center, Busan, Korea Selatan, pada Senin, 25 November 2019. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

kabarterkini.co.id, KOREA SELATAN – Kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara dalam forum ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Korea Selatan, Senin 25 November 2019.

Menurut Jokowi -biasa disapa- jika dalam satu dekade sebelumnya, armada taksi dimiliki perusahaan besar. Saat ini dengan teknologi, perusahaan besar digantikan pemilik mobil perseorangan.

Bahkan kini telah dimulai uji coba mobil tanpa pengemudi. Sehingga dapat dibayangkan dalam satu dekade kedepan, transportasi hanya akan dikemudikan teknologi tanpa perlu sopir.

Di awal sambutan, Jokowi menyampaikan, kehadirannya di ASEAN-ROK CEO Summit merupakan kali kedua. Sejak CEO Summit pada 2014, dunia berubah dengan sangat cepat. Saat ini bagai hidup di era apa yang dikenal dengan “age of disruption”.

“Big data, artificial intelligence, teknologi 4.0 telah meruntuhkan semua definisi, ukuran bahkan teori selama ini menjadi rujukan,” ujar Jokowi dikutip BPMI Setpres.

Di saat yang sama, ungkapnya, age of disruption ini memberikan peluang sangat besar dan juga memiliki tantangan, serta permasalahan tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Tantangan ini semakin besar, saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Jokowi.

Bahkan kini, terangnya, gerakan anti pasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionismepun semakin mendominasi.

“Kolaborasi dan paradigma win-win selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerjasama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-gameyang semakin marak,” ucapnya.

Dalam pandangan Jokowi, kalau hal ini dibiarkan maka terjadinya resesi ekonomi dunia, akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global, serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia pada 1930-an, diperkirakan dapat terulang. “Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi,” ungkapnya.

Kerugian tidak hanya akan dialami negara maju, kata Jokowi, terlebih negara berkembang, tapi juga dunia usaha akan mengalami kerugian besar. “Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global,” ujarnya.

Sebelum berbicara di forum itu, Jokowi terlebih dahulu meninjau pameran inovasi pelayanan publik dan smart cities di BEXCO. Turut hadir mendampingi Kepala Negara, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Dubes RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here