BONGKAR SALAH GUNA ANGGARAN PERUSDA NATUNA (12)

0
349

kabarterkini.co.id, NATUNA – Bongkar salah guna anggaran Perusahaan Daerah Natuna. Sementara dalam rekapitulasi, terbongkar belanja belum di lengkapi kwitansi atau bukti pendukung sah pada 2014, 2015 dan per 31 Oktober 2016, total sebesar Rp1.289.115.000 atau satu milyar dua ratus delapan puluh sembilan juta seratus lima belas ribu rupiah.

Sedangkan rekapitulasi dipublikasi edisi lalu, belanja belum di lengkapi kwitansi atau bukti pendukung sah sebanyak 31 item, total Rp565.228.500, atau lima ratus enam puluh lima juta dua ratus dua puluh delapan ribu lima ratus rupiah.

Kini di bongkar lagi, dengan rincian, bayar DP (uang muka) carter pompong ke Midai, dalam rangka comisioning tes mesin Komatsu. Penyerahan dari Dinas Pertambangan dan Energi ke Perusda Natuna, atas nama Amdad pada 12 Januari. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp3.000.000, atau tiga juta rupiah.

Bayar pelunasan sewa pompong ke Midai, dalam rangka comisioning tes mesin Komatsu. Penyerahan dari Dinas Pertambangan dan Energi ke Perusda Natuna, atas nama Amdad pada 20 Januari. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp6.000.000, atau enam juta rupiah.

Bayar sewa pompong, dalam rangka comisioning tes mesin Komatsu, serta pembenahan administrasi dan pembukuan PLTD Serasan pada 24 hingga 26 Januari 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp10.000.000, atau sepuluh juta rupiah.

Bayar sewa pompong ke Midai. Dalam rangka monitoring mesin Komatsu. Penyerahan dari Dinas Pertambangan dan Energi ke Perusda Natuna, serta silahturahmi dengan petugas PLTD Midai pada 24 hingga 26 Januari 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp8.000.000, atau delapan juta rupiah.

Bayar sewa pompong ke Midai dalam rangka monitoring pelayanan petugas PLTD terhadap pelanggan PLTD Midai pada 29 hingga 31 Mei 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp4.000.000, atau empat juta rupiah.
Bayar perpanjangan surat izin KM Mina Cemerlang atas nama Asian Mawarni pada 28 April. Penerima Aspan Mawarni. Kwitansi nihil. Hanya bukti setoran tunai Bank Mandiri. Anggaran belanja Rp20.000.000, atau dua puluh juta rupiah.

Bayar biaya perpanjangan surat izin KM Mina Cemerlang atas nama Meriyanto pada 8 Mei. Kegiatan perikanan. Penerima Aspan Mawarni. Kwitansi nihil. Hanya bukti setoran tunai Bank Mandiri. Anggaran belanja Rp4.500.000, atau empat juta lima ratus ribu rupiah.

Bayar biaya perbaikan Bagan Natuna Bahari eks Kapal Vietnam atas nama Meriyanto pada 18 Mei. Penerima Rusmidi. Kelengkapan bukti pendukung lain, nihil. Anggaran belanja Rp5.500.000, atau lima juta lima ratus ribu rupiah.

Bayar sewa pompong ke Subi, dalam rangka monitoring pelayanan petugas PLTD terhadap pelanggan PLTD Subi pada 19 hingga 21 Mei 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp9.000.000, atau sembilan juta rupiah.
Bayar biaya lain-lain. Atas bukti transaksi belum jelas peruntukan. Perlu di koreksi. Cek Nomor FU 215834. Rekening Giro Bank Mandiri Rekening Nomor 109.00.0697393.7 pada 22 Mei. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran sebesar Rp20.000.000, atau dua puluh juta rupiah.

Bayar biaya lain-lain. Atas bukti transaksi belum jelas peruntukan. Perlu di koreksi. Cek Nomor FU 215835. Rekening Giro Bank Mandiri Rekening Nomor 109-00-0697393-7 pada 26 Mei. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran sebesar Rp120.000.000, atau seratus dua puluh juta rupiah.

Bayar sewa pompong ke Midai. Dalam rangka monitoring pelayan petugas PLTD terhadap pelanggan PLTD Midai pada 29 hingga 31 Mei 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp4.000.000, atau empat juta rupiah.
Bayar sewa pompong ke Midai. Dalam rangka monitoring pelayanan petugas PLTD terhadap pelanggan PLTD Midai pada 29 hingga 31 Mei 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp5.000.000, atau lima juta rupiah.
Bayar pembelian minyak fiber 200 liter (Rp11.000.000). Kain fiber kasar 2 gulung (Rp5.600.000). Kain fiber halus (Rp6.000.000). Alat-alat perlengkapan pekerjaan (Rp1.500.000). Pembersihan lumut dan tiram (Rp1.500.000). Pembelian gas LPG 12 kilogram 3 tabung (Rp690.000). Upah pengerjaan (Rp13.000.000). PPN 10 persen (4.429.000), kegiatan usaha perikanan Kapal Bagan KM Mina Cemerlang pada CV Tiga Jari. Semua kegiatan itu, pada 14 Juli. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran terbayar Rp13.000.000, atau tiga belas juta rupiah.

Bayar biaya lain-lain. Atas bukti transaksi belum jelas peruntukan. Perlu di koreksi. Cek Nomor FU 215835. Rekening Giro Bank Mandiri Rekening Nomor 109-00-0697393-7 pada 14 Juli. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran sebesar Rp100.000.000, atau seratus juta rupiah.

Bayar tahap satu pekerjaan pengembangan Kelistrikan Pedesaan, PLTD Pulau Panjang, Subi (rumah mesin Rp52.890.000). Kabel LVTC JTR 4 x 25 milimeter sepanjang 3.500 meter (Rp68.250.000). Perlengkapan aksesoris JTR (Rp7.000.000). Transportasi antar mesin dengan jaringan komplit dari Ranai ke lokasi (Rp15.000.000). Upah penarik JTR, SR dan pemeliharaan JTR/SR lama (Rp21.700.000). Biaya comisioning mesin dan tes beban (Rp8.000.000). Jasa perencanaan, survey, pengawasan, dan pelaporan (Rp14.000.000). Tangki harian dan instalasi mesin (Rp1.500.000). Total Rp211.730.000. Seluruh kegiatan tercatat pada 7 September. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran terbayar Rp148.280.000, atau seratus empat puluh delapan juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah.

Bayar pemindahan Kapal Bagan Natuna Cemerlang dari Setekan ke Pulau Tiga pada 7 September. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran belanja Rp3.500.000, atau tiga juta lima ratus ribu rupiah.

Bayar biaya pengurusan surat perizinan KM Mina Cemerlang pada 1 Oktober. Kegiatan perikanan. Penerima Dwi Asbani (teller). Kwitansi nihil. Hanya bukti setoran Tunai Bank Mandiri. Anggaran pembayaran Rp5.500.000, atau lima juta lima ratus ribu rupiah.

Bayar sewa pompong PP ke Subi, dalam rangka survey pengembangan listrik pedesaan di Desa Pulau Panjang pada 15 hingga 19 September 2015. Penerima nihil. Kwitansi nihil. Anggaran pembayaran Rp9.000.000, atau sembilan juta rupiah.

Jadi total keseluruhan anggaran belanja sebanyak 24 item itu, yaitu Rp498.280.000, atau empat ratus sembilan puluh delapan juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah. Hasil audit ini dilaksanakan Inspektorat Natuna. Halaman depan tertulis Laporan Hasil Pemeriksaan Tujuan Tertentu. Nomor: 01/LHP – PKPT – PTT PD/III/2017 pada 2 Maret 2017. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here