CMSE 2021, Tingkatkan Jumlah Investor Pasar Modal 

0
218
PEMAPARAN Direktur Utama BEI Inarno Djajadi

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Sebagai upaya meningkatkan jumlah investor, sejalan dengan kebijakan pemerintah memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, Self-Regulatory Organization (SRO), terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) gencar memberikan literasi serta edukasi pasar modal.

Lalu, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SRO menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 secara virtual pada 14–16 Oktober 2021. CMSE 2021 virtual diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang bertemakan, ‘Sinergi Pasar Modal Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional.’

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan, tujuan penyelenggaraan CMSE 2021 sebagai ajang pertemuan stakeholders pasar modal Indonesia dan masyarakat untuk berbagi informasi terbaru serta teraktual.

“Selama tiga hari, akan diselenggarakan webinar dan talk show dengan topik menarik dari narasumber berkompeten. Kami berharap, CMSE 2021 dapat mendukung pencapaian target penambahan jumlah investor, perusahaan tercatat baru, serta meningkatkan penggalangan dana di pasar modal.” ujar Inarno dalam sambutan virtualnya di pembukaan acara CMSE 2021, Kamis 14 Oktober 2021.

Mengulang kesuksesan penyelenggaraan CMSE 2020, sambungnya, pada tahun ini seluruh kegiatan kembali menggunakan aplikasi berbasis laman web: www.cmse.id. Para peserta telah terdaftar pada CMSE 2020 tidak perlu melakukan pendaftaran ulang, cukup login. Sedangkan peserta baru yang ingin mengikuti CMSE 2021, dapat langsung mendaftar.

“Pada CMSE 2021 akan dilaksanakan 3 sesi webinar setiap harinya. Total terdapat 9 sesi webinar selama 3 hari penyelenggaraan. Hari kedua CMSE 2021, kami akan menghadirkan webinar bertaraf internasional dengan pembicara dari Bursa global.” kata Inarno.

Selain mengikuti webinar, menurutnya, para peserta dapat mengakses 100 booth virtual dengan menghadirkan 1.000 paparan. Diharapkan peserta bisa mendapatkan informasi terbaru langsung dari perusahaan sekuritas, perusahaan tercatat, manajer investasi, asosiasi serta regulator pasar modal yang tentunya dapat membantu menentukan arah investasi.

“CMSE 2021, diselenggarakan pula acara Workshop Go Public, yakni sosialisasi pasar modal kepada para calon perusahaan tercatat didukung Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan tujuan meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di BEI,” kata Inarno.

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Akibat pandemi Covid-19 hampir dua tahun, Inarno mengatakan menghadirkan tantangan bagi pasar modal serta perekonomian Indonesia. Penyesuaian secara masif dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pasar, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional.

Termasuk pelaksanaan kegiatan edukasi, literasi dan sosialisasi pasar modal, seperti penyelenggaraan CMSE 2021 ini. Otoritas pasar modal merespon tantangan ini dengan sangat baik dan mampu menorehkan pencapaian penambahan dari sisi jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktivitas perdagangan.

“Jumlah investor saham atau single investor identification (SID) baru terus mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir pada 2021 dan telah mencapai rekor baru, yaitu sebanyak 1 juta investor saham. Pada 2021 menjadi tahun penuh harapan pemulihan ekonomi nasional dan ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di BEI dalam 3 bulan terakhir.” ungkapnya.

Berdasarkan data KSEI per 30 September 2021, tutur Inarno, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6.287.350 SID, termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham. Di sisi lain per 30 September 2021, saat ini telah terdapat 750 perusahaan tercatat di BEI dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan.

Tercatat tingginya aktivitas transaksi bursa dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek pada 1992, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai lebih dari Rp13 triliun, atau melonjak 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.

“Frekuensi transaksi meningkat menjadi rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan tertinggi di ASEAN dalam 3 tahun terakhir. Hal ini turut diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari,” lanjut Inarno.

Agenda CMSE 2021

Pada hari pertama gelaran CMSE 2021 diselenggarakan seminar utama dengan tema Sinergi Kebijakan dan Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Namun, sebelum seminar utama diselenggarakan, terlebih dahulu diawali dengan laporan kegiatan dari Direktur Utama BEI Inarno Djajadi yang dilanjutkan dengan kata sambutan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Mengawali acara seminar utama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keynote speech. Seminar utama kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah pejabat tinggi negara, yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Dody Widodo.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memotivasi generasi muda Indonesia agar terus berinvestasi di pasar modal. Salah satu upayanya dengan menghadirkan para pembicara muda yang sukses serta memiliki semangat dalam mengedukasi para investor di pasar modal.

Oleh karena itu selain seminar utama dalam CMSE 2021, terdapat pula webinar lain. Yang menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, seperti tokoh insipratif dari perusahaan tercatat, perencana keuangan, profesional, praktisi, serta figur publik yang lekat dengan industri pasar modal.

Para peserta juga dapat mengikuti pameran CMSE 2021 serta langsung membuka rekening saham dan reksa dana secara virtual. Sebagai hiburan, CMSE 2021 menghadirkan berbagai kuis dan permainan untuk peserta dengan hadiah utama yang menarik.

“Kami berharap pemaparan dan diskusi pada sesi webinar ini dapat memberikan inspirasi bagi para peserta, khususnya bagi kelompok usia muda, generasi milenial atau generasi Z, agar semakin cerdas, semangat dan turut berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal, serta tentunya semakin yakin dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia,” kata Hasan.

Melalui penyelenggaraan CMSE 2021 diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas setiap pelaku dan stakeholders, agar pasar modal Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan semakin menciptakan keberpihakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. (*andi surya)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here