Gubernur Sumsel Nilai Program Electrifying Agriculture PLN Tingkatkan Kesejahteraan Petani

0
422
SEJUMLAH peralatan pertanian bantuan PLN

OKU TIMUR, KABARTERKINI.co.id – PT PLN (Persero) tidak hanya memastikan pasokan listrik andal, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu langkah, melalui program Electrifying Agriculture bagi petani. Bantuan senilai Rp102 juta ini direalisasikan dalam bentuk peralatan pertanian berbasis elektrik.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai Program Electrifying Agriculture merupakan program inovatif yang bisa diterapkan seluruh daerah di Sumatera Selatan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Sumatera Selatan sebagai Lumbung Pangan Nasional dan penghargaan sebagai Provinsi Penghasil Beras IV Besar Nasional.

“Program Listrik Masuk Sawah dan Electrifying merupakan program sangat inovatif. Ini merupakan sistem irigasi termurah dan sangat efisien serta program ini dimulai dari Kabupaten OKU Timur dan pasti akan berkembang ke daerah-daerah lainnya,” ujar Deru melalui keterangan tertulis, Kamis 14 Oktober 2021.

General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, Bambang Dwiyanto berharap bantuan PLN ini dapat memberikan dukungan bagi pertanian di Desa Peracak, khususnya pada kawasan Lumbung Padi Sumatera Selatan dengan menghadirkan listrik ke sentra-sentra pertanian.

“PLN akan terus berupaya menyediakan infrastruktur pendukung pertanian berbasis energi listrik yang mempermudah petani, menguntungkan secara ekonomi dan tentunya ramah lingkungan,” ujar Bambang.

Bantuan ini, sambungnya, sebagai tahap awal percontohan Electrifyng Agriculture bagi kawasan pertanian produktif lainnya. Direncanakan, dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan akan dilakukan monitoring dan kajian akan dampak penggunaan peralatan berbasis listrik kepada hasil pertanian.

Karena program Electrifying Agriculture di Desa Peracak ini merupakan salah satu program Bantuan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) yang merujuk pada Pilar Pembangunan Ekonomi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pemerintah.

“Kita berikan bantuan berupa pompa air listrik sebanyak 12 unit untuk menggantikan penggunaan pompa air berbahan bakar minyak, peralatan sinar UV untuk optimalisasi fotosintesis tanaman padi dan peralatan pengusir hama (burung dan tikus) eletronik. Bantuan meliputi pemasangan baru (PB) untuk Electrifyng Agriculture sebanyak 10 ID pelanggan,” pungkas Bambang. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here