Covid-19 Mereda, SMP Negeri 27 Batam Gelar Belajar Tatap Muka

0
715
KEPALA SMP Negeri 27 Batam Borbor Hehe Tua Pasaribu depan sekolahnya

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – SMP Negeri 27 Batam mulai menggelar belajar mengajar tatap muka perdana, ditengah pandemi Covid-19 semakin mereda. Sebelum melaksanakan belajar mengajar tatap muka perdana, SMP berada di Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung itu, mempersiapkan seluruh perlengkapan protokol kesehatan, dari thermogun, tempat cuci tangan hingga masker.

“Hampir setahun sejak pandemi Covid-19, kita melaksanakan belajar mengajar secara daring,” kata Kepala SMP Negeri 27 Batam¬†Borbor Hehe Tua Pasaribu pada awak media dikantornya, Rabu 3 Maret 2021. “Tapi sejak pandemi Covid-19 semakin berkurang atau mereda, kita mulai menggelar belajar mengajar tatap muka.”

Belajar mengajar tatap muka, papar Borbor, tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, agar para guru dan pelajar aman dari wabah Covid-19. Jadi belajar mengajar dibagi tiga sesi, dengan jumlah pelajar antara 10 hingga 16 orang perkelas.

‚ÄúSetiap pelajar datang ke sekolah, kita akan check suhu badan dengan thermogun,” katanya. “Setelah itu, para para pelajar harus mencuci tangan memakai sabun, serta diwajibkan memakai masker saat masuk pekarangan sekolah hingga ruang kelas.”

Demi menghindari berkerumun, sambung pria murah senyum itu, para pelajar datang ke sekolah, langsung diarahkan ke pintu masuk ruang kelas. Didampingi wali kelasnya, para pelajar harus berbaris tertib masuk ruang kelas saat bel belajar mengajar berbunyi.

“Pada saat belajar mengajar, guru mata pelajaran mengganti wali kelas hadir, para pelajar wajib mencuci tangan memakai sabun, menggunakan sanitizer dan tetap memakai masker,” terang Borbor. “Selesai proses belajar mengajar, ruang kelas disemprot disinfektan.”

Selama pandemi Covid-19 belum sirna, menurutnya, proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan. Supaya dalam proses belajar mengajar tatap muka ini, aman wabah Covid-19.

“Kita berharap, semoga pandemi Covid-19 cepat hilang dari Indonesia, khususnya Batam,” pinta Borbor. “Agar proses belajar mengajar hingga perekonomian masyarakat kembali seperti sedia kala.” (*simanungkalit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here