Dituding Tabrak Permen PUPR 2020, Ketua Panitia Lelang Puskesmas Bunguran Selatan Tidak Balas Konfirmasi

0
553

Kabarterkini.co.id, Natuna – Ketua Panitia Lelang Puskesmas Bunguran Selatan Edi Rianto tidak mau di konfirmasi via ponsel, baik dihubungi langsung maupun pesan singkat, Rabu 17 Juni 2020. Padahal, kabarterkini.co.id ingin klarifikasi Ketua Panitia itu, atas berita sebelumnya, judul: “Tabrak Permen PUPR 2020, Raja Das: Lelang Proyek Puskesmas Bunguran Selatan Wajib Batal Lelang.”

Dalam berita, Raja Das atau Raja Dasa’at, Wakil Ketua Aspekindo Natuna, meminta Panitia Lelang Puskesmas Bunguran Selatan membatalkan lelangnya. Karena dalam pelelangan, Panitia menggunakan Permen PUPR Nomor 07/PRT/M/2019. Padahal sejak 18 Mei 2020 wajib menggunakan Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2020.

“Seharusnya, sejak di undangkan, telah berlaku Permen PUPR terbaru itu,” kata Raja Das saat mengundang sejumlah rekan wartawan di ruang kantornya, Jalan Datok Kaya Wan Mohammad Benteng, Ranai, Selasa siang 16 Juni 2020. “Kenapa harus menggunakan Permen PUPR lama.”

Bukti menggunakan Permen PUPR lama, sambungnya, Panitia mengumumkan lelang kategori Kecil bukan Non Kecil. Sehingga perusahaan kecil bisa ikut pelelangan tersebut.

“Yang anehnya, lelang memakai kategori Kecil, tapi minta SKA bukan SKT,” terang Raja Das. “Padahal lelang Non Kecil, baru menggunakan SKA,” katanya lagi, sambil menambahkan, proyek itu, mulai di lelang pada 27 Mei 2020, sekitar Rp5 miliar.

Jadi, Tokoh Pemuda Natuna itu, meminta Panitia, membatalkan lelang proyek Puskesmas Bunguran Selatan. Sebab, sangat jelas melanggar Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2020.

“Kalau tidak dibatalkan, masalah ini akan kami teruskan ke aparat penegak hukum,” ancam Raja Das. “Terus terang, saya kasihan nasib Panitia, jika lelang itu, ditetapkan pemenangnya.”

Sementara proyek pembangunan Puskesmas Bunguran Selatan mulai tayang di LPSE. Natunakab.go.id, pada 27 Mei 2020. Dengan nilai proyek, sekitar Rp5,1 milyar. Ada belasan peserta, mengikuti pelelangan. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here