GeNose C-19 Ditengah Pandemi Covid-19, Menristek: Karya Anak Bangsa Pulihkan Ekonomi Nasional

0
69
SAMBUTAN Menristek RI Bambang Brodjonegoro 

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI Bambang Brodjonegoro mengapresiasi penggiat pariwisata Indonesia bakal menggunakan GeNose C-19 ditengah pandemi Covid-19. Karena hadirnya alat canggih mendeteksi dini Covid-19 ini, sebagai upaya kecil demi meraih kejayaan besar.

“GeNose C-19 merupukan karya anak bangsa bisa lakukan skrining Covid-19 secara massif, cepat, nyaman dan harga terjangkau,” kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional itu, saat secara resmi melaunching penggunaan GeNose C-19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia, yang diselenggarakan Indonesia Tourism Forum bekerjasama dengan ACCOR Group, serta didukung Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Perdagangan di Hotel Raffles Jakarta, Jumat 19 Februari 2021.

Menurut Bambang, betapa powerfulnya GeNose C-19 untuk mobilitas orang di dunia pariwisata. Kecepatan proses deteksi Covid-19, tingkat akurasinya tinggi, antara 95 hingga 97 persen. Sedangkan satu unit GeNose C-19 mampu melakukan 100 ribu kali tes.

Alat yang memanfaatkan kecerdasan artifisial itu, dinilai mampu mendeteksi seseorang baru dua hari terpapar Covid-19. Sementara, PCR atau Rapid Antigen belum mampu mendeteksinya.

“Harga alat atau mesinnya tergolong murah, hanya sekitar Rp60 juta. Tapi bisa dipakai 100 ribu kali tes. Artinya sangat memudahkan wisatawan bergerak tanpa diberatkan uang harus dikeluarkan,” paparnya.

Chairman of Indonesia Tourism Forum Sapta Nirwandar Sapta Nirwandar memaparkan, GeNose C-19, singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose dikembangkan UGM dan didukung penuh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi.

Yang bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena infeksi Covid-19 keluar melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. Lalu di identifikasi melalui sensor data diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

“Ketertarikan industri pariwisata menggunakan GeNose C-19, mengingat alat ini memiliki tingkat akurasi tinggi, di atas 95 persen. Penggunaannya pun hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit untuk mengetahui hasil,” kata Sapta.

Kemudahan alat ini, membuat pihaknya sebagai penggiat pariwisata Indonesia akan mempromosikan dan menggunakan GeNose C-19 pada seluruh destinasi, dari hotel, restoran, event pameran, spa, café, tempat-tempat hiburan, seperti bioskop, rekreasi dan sebagainya.

“Saya mendukung pelaku pariwisata menggunakan GeNose C-19. Karena bisa menskrining Covid-19 secara massif, cepat, nyaman dan harga terjangkau,” timpal Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas launching GeNose C-19 untuk kepentingan pariwisata Indonesia. Dengan penggunaan alat ini dapat mempercepat kebangkitan industri pariwisata,” katanya lagi.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga merasa bangga atas kehadiran GeNose C-19. Mengingat alat canggih mendeteksi dini Covid-19 secara akurat itu, merupakan inovasi anak bangsa, demi kepentingan Indonesia. “Kita harus mendukung,” singkatnya.

Diakhir acara launching didukung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini, dilaksanakan Penandatanganan Kerjasama Pembelian 100 Unit GeNose C-19 oleh Accor Group Indonesia, yang diwakili Adi Satria, VP Sales and Marketing Accor Hotels Indonesia, Singapore and Malaysia. Sedangkan Nota Dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia, ditandatangani, yakni:

1. Haryadi Sukamdani, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

2. Nunung Rusmiati, Chairman Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

3. Budi Tirtawisata, Ketua Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB).

4. Elly Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO).

5. Panca Sarungu, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (MASATA).

6. Ricky, Sekretaris Umum Indonesia Inbound Tour Operator Association (INTOA).

7. Denon Prawiraatmadja, Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA).

8. I Gede Susila Wisnawa, Ketua Umum Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

9. Alphonzus Widjaya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia  (APPBI).

10. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

11. Hosea Andreas Runkat, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

12. Lily G Karmel, Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI).

13. Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF).

(*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here