Lapor Pak Presiden, Pelabuhan Perintis Pulau Laut Tidak Punya Akses Jalan

0
341
AKSES jalan tanah, kiri kanan masih hutan, menuju Pelabuhan Perintis Pulau Laut

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Pelabuhan Perintis Pulau Laut dibangun memakai dana APBN pada 2017 lalu, tidak punya akses jalan. Padahal, di website Pemerintah Kecamatan Pulau Laut, pelabuhan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter, berada di Desa Tanjung Pala, dibangun tiga tahap itu, telah menghabiskan anggaran negara atau uang rakyat Indonesia sekitar Rp100 miliar.

“Saya sering turun ke lapangan. Ada yang membangun pelabuhan baru, tapi tidak punya akses jalan. Apa apaan? Gimana pelabuhan itu bisa digunakan. Tidak hanya satu,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka rapat koordinasi nasional tentang Pengawasan Intern Pemerintah 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, dilansir dari okezone.com, Kamis 27 Mei 2021.

Namun tidak hanya menyorot pembangunan pelabuhan tanpa akses jalan, Jokowi -biasa disapa- melihat juga, ada pembangunan waduk tanpa irigasi, dari irigasi primer, sekunder hingga tersier. Sehingga pembangunan tidak jelas sasaran.

“Saya minta kualitas perencanaan pembangunan harus ditingkatkan. Saya melihat masih ada program tidak jelas ukuran keberhasilannya. Tidak jelas sasarannya. Anggaran itu mau disasar apa? Tidak mendukung pencapaian dari tujuan. Tidak sinkron program atau kegiatan lainnya. Sehingga kesenjangan antara arah pembangunan pemerintah pusat dengan daerah masih terjadi,” tegasnya.

Karena perencanaan kurang matang, sambung Jokowi, membuat implementasi program tidak maksimal. Jadi ia meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) melakukan pengawalan terhadap perencanaan pembangunan. Sebab tidak optimal daya ungkit program dilaksanakan.

“Jelas masyarakat dirugikan, karena tidak mendapatkan manfaat dari program tersebut. Karena itu saya perintahkan, saya instruksikan agar BPKP dan APIP kementerian, lembaga dan daerah kawal dari hulu sejak awal pada saat perencanaan harus diikuti,” tuturnya.

Jokowi menegaskan agar tidak selalu mengulang-ulang perencanaan dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya hal tersebut tidak pas. Tidak adaptif terhadap situasi hari ini.

“Sekali lagi, dalam tiga tahun ini, apalagi adanya pandemi, disrupsi, arus gelombang perubahan betul-betul nyata dan bergerak sangat cepat. Sehingga semuanya harus beradaptasi dengan arus gelombang perubahan itu,” pungkasnya. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here