Pelepah Kelapa Sawit Hasilkan Pundi-pundi Rupiah

0
114
KETUA Pelaksana Ekonomi Kreatif KuKerta Balek Kampung Mahasiswa UNRI Desa Balai Jaya Anggie Rizka Safitri saat memberi penghargaan kepada Wak Top

ROKAN HILIR, KABARTERKINI.co.id – Tim KuKerta Ekonomi Kreatif Balek Kampung Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) 2021 mengikuti pelatihan pembuatan tepas atau dinding gedek dari pelepah kelapa sawit di Desa Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa 17 Agustus kemarin. Pelatihan berlangsung di rumah sang pelatih, Samsul Hasibuan, alias Wak Top.

“Pembuatan tepas sebagai dinding rumah, sebenarnya cukup mudah,” kata Wak Top pada awak media, Senin 23 Agustus 2021. “Namun di zaman sekarang ini dinding rumah sudah moderen, sehingga tepas mulai tergeser dan jarang dipergunakan.”

Walaupun masih ada yang menpergunakan tepas, sambungnya, seperti diperkampungan atau tempat wisata yang ada gubugnya. Sehingga keberadaan tepas tidak akan hilang di telan zaman.

“Tepas bermutu, kita harus cari pelepah sawit berkualitas bagus,” kata Wak Top. “Lalu, lakukan pembelahan dan pembersihan pelepah serta penganyaman dengan perlahan-lahan.”

Pelepah kelapa sawit berkualitas, menurutnya, tidak muda dan tidak terlalu tua. Pelepahnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan mengkilap itu betina. Sedangkan bagian belakang kasar, jantan.

“Untuk pembelahan, terdiri atas tiga bagian, dua jantan dan satu betina,” kata Wak Top. “Sedangkan proses pembersihan, cukup gampang, jika kulit pelepah cukup tipis, bersih dan elastis maka langsung dapat dipergunakan.”

TIM Pelaksana Ekonomi Kreatif KuKerta Balek Kampung Mahasiswa UNRI Desa Balai Jaya foto bersama Wak Top

Hasil pemantauan, mayoritas warga Balai Jaya mempunyai kebun sawit di sekitar rumahnya. Namun jarang sekali masyarakatnya memanfaatkan limbah kering dari kelapa sawit.

Melihat fenomena ini, Tim KuKerta Ekonomi Kreatif Balek Kampung Mahasiswa UNRI Desa Balai Jaya berkunjung serta belajar mengganyam tepas secara langsung ke ahlinya, Wak Top. Yang nantinya akan diajarkan ke warga lain agar tepas ini lebih banyak diminati.

“Kami berharap semakin banyak warga desa Balai Jaya memproduksi tepas dari pelepah kelapa sawit,” kata Ketua Pelaksana Ekonomi Kreatif KuKerta Balek Kampung Mahasiswa UNRI Desa Balai Jaya Anggie Rizka Safitri. “Terlebih, pembuatan tepas merupakan usaha kemandirian warga desa demi meningkatkan kesejahteraannya.”

Sebab, papar Anggie, dari pelepah sawit yang di dayaguna dan dimanfaatkan bakal mempunyai nilai ekonomis. Sehingga hasil alam tidak terbuang atau di sia-siakan.

“Kemarin, kami dari tim memberi penghargaan kepada Wak Top,” paparnya. “Berupa plakat ekonomi kreatif sekaligus sebagai ucapan terimakasih, mengingat pelepah kelapa sawit akan menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi warga desa.”

(Penulis Novia Rahmawati, Mahasiswi Pendidikan Biologi, FKIP UNRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here