Pemerintah Bakal Gunakan Moderna sebagai Vaksin Dosis Ketiga bagi Tenaga Kesehatan

0
126
VAKSIN Moderna saat tiba di Indonesia (foto BPMI Setpres)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Pemerintah RI berencana melakukan suntikan vaksin dosis ketiga kepada tenaga kesehatan, seiring datangnya vaksin jadi Moderna dari Amerika Serikat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan, suntikan vaksin dosis ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna akan membantu melindungi tenaga kesehatan menghadapi gelombang pandemi kedua di Indonesia.

“Vaksin Moderna sama seperti vaksin mRNA (messenger RNA) lainnya. Vaksin ini efikasi tinggi, sudah terbukti cukup ampuh digunakan di Amerika Serikat. Untuk menekan laju penularan Covid-19. Rencananya vaksin ini, selain kami suntikan pertama dan kedua bagi rakyat Indonesia, khusus akan digunakan booster suntikan ketiga bagi para tenaga kesehatan Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan pers kedatangan vaksin tahap ke-20 secara virtual, Ahad 11 Juli 2021.

Kedatangan tiga juta vaksin Moderna ini, sambungnya, merupakan dukungan dari pemerintah dan rakyat Amerika Serikat untuk menambah jumlah ketersediaan vaksin di Indonesia. Selain vaksin Moderna, pada semester kedua ini sebanyak 290 juta pasokan vaksin akan tiba, kemudian disuntikkan pada masyarakat.

“Jadi di semester kedua ini ada lebih dari 290 juta dosis yang datang dan harus kita suntikkan dalam 6 bulan. Tentu laju penyuntikannya nanti akan jauh lebih cepat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga melaporkan bahwa program vaksinasi di Indonesia saat ini berjalan cukup cepat dan telah mencapai 52 juta suntikan. Ia berharap jumlah suntikan perhari terus bertambah naik, sehingga program vaksinasi nasional dengan target 181,5 juta rakyat Indonesia cepat terselesaikan.

“Data terakhir saya lihat kita sudah menembus 50 juta suntikan dan mencapai 52 juta suntikan. Sepuluh juta pertama kita capai dalam waktu delapan minggu. Sepuluh juta berikutnya dalam waktu empat minggu, dan sebagai informasi sepuluh juta terakhir sudah kita capai dalam dua belas hari. Kita harapkan ini bisa terus-menerus bertambah jumlah suntikan dan orang disuntik ke depannya supaya lebih cepat lagi,” tambahnya.

Sejumlah daerah, menurut Budi, seperti Provinsi Bali dan Provinsi DKI Jakarta telah memberikan suntikan vaksin dosis pertama kepada lebih dari 50 persen masyarakat di daerahnya. Menurutnya, pencapaian ini bisa dibandingkan dengan negara-negara maju.

“Beberapa provinsi seperti Bali, sudah lebih dari 70 persen rakyatnya menerima suntikan pertama. Demikian juga untuk DKI Jakarta, sudah lebih dari 50 persen rakyatnya mendapatkan suntikan pertama. Saya melihat ini adalah suatu prestasi comparable dengan banyak negara-negara bagian atau provinsi atau kota-kota besar, bahkan di negara maju, di seluruh dunia untuk bisa lebih dari 70 persen atau 50 persen mendapatkan suntikan yang pertama,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Budi mengucapkan terimakasih kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim, atas dukungan dari pemerintah dan rakyat Amerika Serikat yang telah membantu program vaksinasi Indonesia melalui pengiriman vaksin Moderna. Ia meyakini bahwa pandemi ini tidak dapat diselesaikan masing-masing negara secara sendiri, tetapi harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Terima kasih pemerintah Amerika, terimakasih rakyat Amerika, apa yang telah Anda lakukan tidak hanya memberikan bantuan kepada Indonesia sebagai bangsa, tetapi menunjukkan penghargaan kepada kemanusiaan,” pungkasnya. (*sonang/bpmi setpres)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here