Penerapan New Normal, Ini Lima Arahan Presiden

0
349

Kabarterkini.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan lima arahan, terkait adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan virus corona atau Covid19. New Normal diterapkan, dengan membuka kembali sejumlah sektor, menuju fase masyarakat produktif, tetapi melalui tahapan-tahapan ketat dan hati-hati.

Pertama, pentingnya prakondisi ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif, terutama protokol kesehatan harus diikuti, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.

“Saya kira ini terus disampaikan kepada masyarakat, di ikuti simulasi-simulasi. Sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan New Normal, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap. Inilah prakondisi kita siapkan,” papar Jokowi.

“Saya sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah, demi mengingatkan masyarakat agar disiplin dan mematuhi protokol kesehatan,” katanya lagi, saat meninjau Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, dilansir BPMI Setpres, Rabu 10 Juni 2020.

Kedua, Jokowi mengingatkan pentingnya perhitungan cermat dalam mengambil kebijakan. Yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Jadi di minta tiap kepala daerah ingin memutuskan kawasannya masuk ke fase adaptasi New Normal, agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.

“Pergerakan seperti apa, fakta seperti apa, karena saya lihat di sini datanya semua ada. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi, terutama angka Ro dan Rt. Perhatikan tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di daerah siap atau tidak melaksanakan,” jelasnya.

“Kemudian hitung kesiapan setiap daerah untuk pengujian masif, pelacakan agresif, kesiapan fasilitas kesehatan. Ini benar-benar harus kita hitung dan pastikan,” tambahnya.

Ketiga, Jokowi mengingatkan soal penentuan prioritas harus disiapkan secara matang, mengenai sektor dan aktivitas mana yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. Sebagai contoh, tempat ibadah secara bertahap dengan terlebih dahulu menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan.

Sektor ekonomi, sektor penularan Covid19 rendah, tapi memiliki dampak ekonomi tinggi itu didahulukan. Terutama sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, dan perminyakan.

Keempat, konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat. Di minta koordinasi internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) disolidkan.

“Yang paling penting, libatkan semua elemen masyarakat. Sehingga kita semua bergotong royong, bersinergi, dan bekerja menyelesaikan persoalan besar ini,” kata Jokowi.

Kelima, ia meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Meskipun sebuah daerah kasus baru sudah menurun. Namun jangan lengah, terutama kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Keberhasilan pengendalian Covid19, sangat ditentukan kedisiplinan dan protokol kesehatan.

“Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung dilakukan pengetatan atau penutupan kembali. Saya kira kita harus optimistis bahwa tantangan dihadapi ini bisa dikendalikan dengan baik. Dengan harapan, kita bisa menyelesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sehingga kita bisa beraktivitas kembali,” pungkas Jokowi. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here