PLN dan China Energy Sepakat Kembangkan Energi Hijau di Sulawesi

0
2025
FOTO bersama seusai penandatanganan kerjasama (dok. istimewa)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Indonesia Power menandatangani Perjanjian Studi Pengembangan Bersama atau Joint Development Studi Agreement (JDSA) dengan China Energy Engineering Group Co. Ltd (CEEC) di Jakarta, Kamis 21 Maret kemarin. Kerjasama ini terkait pengembangan proyek energi hijau secara komprehensif di Sulawesi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai pemain kunci dalam agenda transisi energi di Tanah Air, PLN terus menjalin sinergi dengan mitra nasional dan global untuk mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan atau EBT secara masif. Hal ini sejalan dengan agenda Pemerintah RI untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

”Penandatanganan kerjasama ini menjadi momen penting mengingat dalam waktu dekat Pemerintah RI bersama PLN akan merilis Rencana Usaha Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang baru. Di sana akan diatur pembangunan pembangkit EBT skala besar dan green transmission line yang menghubungkan antar pulau di Tanah Air,” ujar Darmawan melalui keterangan tertulis, Senin 25 Maret 2024.

Sementara Darmawan mengungkapkan, dalam desain RUKN terbaru ditetapkan bahwa ekosistem EBT Indonesia akan ditopang oleh pembangkit berbasis hidro dan geothermal sebesar 32 Gigawatt (GW) serta pembangkit berbasis surya dan angin sebesar 28 GW. Pengembangan green transmission line akan berperan krusial untuk menyalurkan listrik hijau antar pulau.

”Ada mismatch antara lokasi sumber hidro dan geothermal dengan pusat beban. Untuk itu, kita perlu menghubungkan Sumatera ke Jawa, Kalimantan ke Jawa, Nusa Tenggara Timur ke Jawa, Kalimantan ke Sulawesi. Yang di dalamnya akan ada proyek besar perancangan dan pengembangan green transmission line,” kata Darmawan.

Board Chairman of CEEC Group, Song Hailiang mengatakan, pihaknya siap mendukung Pemerintah RI dalam mencapai NZE pada 2060 atau lebih cepat. Dalam hal ini CEEC optimistis karena telah memiliki sejarah panjang kerjasama pengembangan EBT dengan PLN.

”Indonesia merupakan mitra penting Tiongkok dalam bersama-sama membangun dan berkontribusi terhadap target NZE di Indonesia pada 2060,” tutup Song. (*andi surya)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini