Presiden: Fokus 3T dan Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

0
351

Kabarterkini.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya bergerak cepat di lapangan, mengantisipasi kenaikan kasus positif Covid19 di Indonesia. Jadi jajarannya harus terus fokus pada pengujian, pelacakan dan perawatan pasien terinfeksi. Yang utama di delapan provinsi masih memiliki angka penularan cukup tinggi.

“Kita tetap pada perhatian memasifkan 3T: testing, tracing dan treatment dengan prioritas khusus di delapan provinsi, yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sulsel, Jateng, Sumut, dan Papua, (serta Kalsel),” ujarnya saat memimpin rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid19 di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip dari BPMI Setpres, Senin 13 Juli 2020.

Kemudian Jokowi meminta jajarannya meningkatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit seiring dengan melonjaknya kasus positif di sejumlah provinsi. Selain itu, ditingkatkan kembali pengujian PCR dengan menambah jumlah lab yang beroperasi di daerah, serta dengan dukungan mobile lab PCR. Sehingga target jumlah pengujian bisa tercapai. “Nanti target kita sesuai yang saya sampaikan bisa 30 ribu (pengujian),” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyinggung soal diperlukannya pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi antarwilayah mencegah mobilitas dan penyebaran lebih lanjut.

“Pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah betul-betul harus kita jadikan perhatian lagi. Karena imported cases dari luar negeri dilihat meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, sambung Jokowi, dibutuhkan sosialisasi secara masif mengenai Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan, agar masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan mengenakan masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan.

Saat kunjungan kerja ke Jawa Timur beberapa waktu lalu, Jokowi mendapati adanya survei menyebut, sekitar 70 persen warga setempat beraktivitas tanpa mengenakan masker. Untuk itu diperlukan sosialisasi dan pengawasan lebih ketat dibanding sebelumnya.

“Saya ingin mobilisasi di TNI, Polri relawan, ormas, hingga tokoh di kampus, semua bergerak ikut mengampanyekan ini, sekaligus melakukan pengawasan,” katanya.

Lalu Jokowi mengingatkan agar segala upaya sosialisasi dan komunikasi dilakukan secara persuasif, komunikatif dan partisipatif. Saling mengajak serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid19.

“Komunikasi membangun kepercayaan berbasis ilmu pengetahuan, sains, dan data sains guna membangkitkan partisipasi masyarakat terutama rentan Covid19,” tutupnya. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here