RKPD 2025, Walikota Batam Libatkan Semua Pemangku Kepentingan

0
301
SAMBUTAN Walikota Batam Muhamad Rudi (dok. istimewa)

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025. Dalam proses penyusunan, Walikota Batam Muhammad Rudi melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Sesuai RPJMD Kota Batam 2021-2026, tema pembangunan Kota Batam pada 2025, yakni pemantapan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Rudi saat membuka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Batam 2025, Selasa 9 Januari 2024.

Rangkaian proses penyusunan dokumen RKPD 2025 ini, ulang orang nomor satu di kota industri itu, diperlukan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dan kebijakan melalui forum konsultasi publik.

“RKPD Kota Batam 2025, merupakan penjabaran tahun ke-4 dari RPJMD Batam 2021-2026. Yang memuat kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan untuk mendukung visi terwujudnya Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Sejahtera,” kata Rudi.

Sebagaimana di ketahui bersama, Pemko Batam bersama DPRD, BP Batam, dan Forkopimda Batam, terus melakukan berbagai upaya untuk semakin meningkatkan perekonomian. Dari hasil dukungan semua pihak menunjukkan kinerja yang positif.

Sebab, berdasarkan data resmi dari BPS pada 2022, Kota Batam mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,84 persen di atas angka Provinsi Kepri dan nasional. Tingginya pencapaian ini merupakan titik balik dari kontraksi ekonomi yang terjadi pada saat pandemi Covid-19 pada 2020. Pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada 2023, rencananya akan dirilis BPS pada Februari mendatang.

“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Batam akan tetap berada di atas angka nasional dan Provinsi Kepri,” ujar Rudi sambil menambahkan, selain sektor ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam juga menunjukkan kinerja yang positif dimana pada 2022 berada pada angka 82,25, naik sebesar 0,39 menjadi 82,64 pada 2023.

Kemudian, laju inflasi Kota Batam pada 2022 sebesar 2,36 persen masih dalam kondisi yang wajar dan dapat dikendalikan, dan pada November 2023 masih pada angka wajar sebesar 2,85 persen. Inflasi yang terjadi menunjukkan kesehatan perekonomian Kota Batam dalam kondisi baik.

Selanjutnya, PDRB perkapita Kota Batam terus meningkat dari 141 juta pada 2021 menjadi 153 juta. Namun angka PDRB per kapita ini masih harus terus ditingkatkan Pemko Batam dengan mengoptimalkan berbagai sektor unggulan.

“Di bidang pariwisata pada 2023, Kota Batam sudah kembali kepada arah yang sangat positif, dari Januari hingga November 2023. Dalam catatan, sebanyak 1.040.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke kota ini,” kata Rudi.

Di bidang ketenagakerjaan, lanjutnya, juga mengalami kinerja positif. Dimana tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 9,56 persen pada 2022, menurun menjadi 8,14 persen pada 2023.

Di kesempatan itu, Rudi pun memaparkan sejumlah capaian telah terealisasi sepanjang 2023 lalu. Karena sepanjang tahun itu, Pemko Batam telah melaksanakan berbagai agenda kegiatan, di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan-jalan utama serta lingkungan permukiman untuk meningkatkan berbagai sektor perekonomian.

Selain itu, telah dilaksanakan pembangunan dan peningkatan drainase untuk penanggulangan banjir, peningkatan konektivitas antar wilayah, melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan (PM-PSPK). Dimana pada 2023 dianggarkan rata-rata Rp3 miliar per kelurahan di Kota Batam.

“Kami juga sudah melaksanakan pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan. Sehingga mutu pendidikan masyarakat, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan, peningkatan kualitas SDM Kota Batam melalui berbagai pelatihan, peningkatan sarana peribadatan dan fasilitas keagamaan, hingga pemberian insentif bagi masyarakat yang telah membantu kinerja pemerintah,” ungkap Rudi.

Bahkan, pada 2024 ini, dalam upaya terus mendorong pembangunan yang merata, pihaknya telah menetapkan 10 proyek strategis, yaitu pembangunan SPAM Pulau Cungkil Kelurahan Pantai Galam Kecamatan Bulang, penataan jalan (pelebaran jalan) Simpang Kabil-Simpang Masjid Raya (lanjutan), revitalisasi Masjid Agung Batam Centre, lanjutan jalan utama Belakang Padang, pembangunan dermaga ponton Belakang Padang, pembangunan dermaga rakyat Pulau Nguan Kecamatan Galang, pembangunan puskesmas Sei Pelunggut, pembangunan ruang kelas baru SDN 009 Batu Aji, pembangunan tempat pembuangan sampah 3R, hingga pembangunan ponton Pulau Akar.

“Untuk mewujudkan pemantapan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, perlu kerjasama yang harmonis serta dukungan dari semua pemangku kepentingan di Kota Batam dengan tetap mengusung Batam Kota Baru,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam Dahlina Nopilawati, sebagai penyelenggara Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Batam 2025, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya dalam menjamin pelaksanaan pembangunan agar dapat dilaksanakan secara efektif, efisien dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi berbagai unsur pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini dalam rangka memenuhi tahapan penyusunan RKPD Kota Batam 2025, sebagaimana amanat ketentuan Peraturan Mendagri Nomor 86 tahun 2017. Disamping itu kegiatan ini menjadi wadah untuk menghasilkan kesepakatan antarpemangku kepentingan guna mendapatkan masukan bagi penyempurnaan rancangan awal RKPD 2025,” kata Dahlina.

Oleh karena itu, lanjutnya, sumbangsih saran dan masukan yang dilandasi dengan semangat dan itikad yang baik dari para hadirin semua sangat diharapkan. Melalui peran dari para pemangku kepentingan, dokumen Ramwal RKPD 2025 makin komprehensif dan berkualitas.

Kemudian, untuk jadwal penyusunan dokumen perencanaan 2025 sudah mulai dilaksanakan dari Desember 2023. Yang diawali dengan disusunnya rancangan awal RKPD 2025.

“Tahapan selanjutnya tahapan Musrenbang, mulai dari tingkat kelurahan yang akan dilaksanakan pada 10 Januari hingga 2 Februari 2024. Musrenbang tingkat kecamatan yang akan dilaksanakan pada 3-7 Februari 2024. Forum perangkat daerah/lintas perangkat daerah akan dilaksanakan pada 28-29 Februari 2024 serta Musrenbang RKPD tingkat Kota Batam yang akan dilaksanakan pada 6-7 Maret 2024,” kata Dahlina.

Arah kebijakan pembangunan RPJMD Batam 2025, menurutnya, pemantapan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, yang dituangkan sebagai kebijakan pembangunan dalam RKPD 2025 dengan 6 prioritas pembangunan, yakni reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, utilitas perkotaan dan sarana transportasi yang merata, berkualitas dan berkesinambungan, percepatan pemulihan dan pemerataan pembangunan ekonomi, percepatan pembangunan kawasan hinterland, peningkatan kualitas SDM yang unggul dan bermartabat di mainland dan hinterland, dan peningkatan dan fasilitasi investasi berbasis maritim dan keunggulan wilayah.

“Adapun pagu Ranwal RKPD Kota Batam 2025 berdasarkan RPJMD 2021-2026 periode perencanaan 2025 sebesar Rp3.892.975.289.401. Dengan program prioritas berjumlah 88 program dari 128 RPJMD Kota Batam 2021-2026,” pungkas Dahlina. (*ifan)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini