Sekda Tinjau Persiapan MTQ Natuna ke X di Kecamatan Pulau Tiga

0
305

Kabarterkini.co.id, Natuna – Sekda Natuna Wan Siswandi meninjau persiapan MTQ Natuna ke X di Kecamatan Pulau Tiga, Senin 27 Januari 2020. MTQ Natuna event dua tahunan yang harus terlaksana secara maksimal. Untuk itu peran serta dan rasa tanggung jawab bersama menjadi modal dasar.

Tampak turut mendampingi, antara lain, Kepala Dinas PUPR Natuna Helmi Wahyuda, Kepala Bappeda Natuna Mustafa Albakhry, Kadisperindagkop dan UKM Natuna Agus Supardi, Kadisdik Natuna Suherman, Kadisparbud Natuna Hardinansyah, Asisten Ekbang Setda Natuna Tasrif, Kabid Perumahan dan Pertanahan PUPR Natuna Edi Rianto dan Camat Pulau Tiga Sudirman.

SEKDA Natuna Wan Siswandi bersama rombongan di Pulau Tiga

“Karena kami berada di kepulauan, jadi transportasi penyeberangan panitia dan kafilah telah dipersiapkan 14 pompong, melalui Pelabuhan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa,” terang Sudirman.

Menurutnya, Pelabuhan SKPT Selat Lampa ditetapkan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya karena memiliki area parkir luas dan panjang. Sehingga dapat sandar beberapa pompong sekaligus. Sedangkan pelabuhan kedatangan di Sabang Mawang, Balai dan Tanjung Batang.

SUASANA pertemuan

“Terus terang, kami terkendala masalah transportasi darat. Karena terbatas kendaraan bermotor roda di Pulau Tiga. Jadi kami minta tolong setiap OPD, minimal membawa satu kenderaan roda dua, selama kegiatan berlangsung,” ungkap Sudirman.

Sementara, sambungnya, penyelenggaraan pawai ta’aruf, dalam rencana, rombongan akan mulai berjalan dari Lapangan Sepakbola Sabang Mawang menuju Astaka. “Semua rencana sudah siap,” kata Sudirman.

SEKDA Natuna (nomor dua kanan) saat pertemuan9

Kabid Perumahan dan Pertanahan PUPR Natuna Edi Rianto menjelaskan, pematangan lahan Astaka sudah selesai. Tinggal membangun Astaka, dengan system bongkar pasang. Bahan bangunan, dirakit di Batam. “Insya Alloh, pertengahan Februari ini siap,” katanya.

Kadisperindagkop dan UKM Natuna Agus Supardi memaparkan, lokasi stan pameran, sudah disiapkan bangunan 4 X 6 meter. Anggaran pembangunan stan, diserahkan kepada 15 kecamatan peserta.

“Bentuk atau model bangunan, terserah pihak kecamatan. Yang pasti, harus bernuansa agamis dan budaya Melayu,” pungkas Agus. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here