Sempat Beda Pendapat, Akhirnya Forpemda Aceh Utara Terima Tawaran PT PIM

0
989

Kabarkini.co.id, Lhokseumawe – Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) Aceh Utara sempat beda pendapat dengan nilai persenan dana hibah hasil penjualan besi scrap eks PT Asean Aceh Fertiizer (AAF) yang dikelola PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Akhirnya forum perwakilan masyarakat Kecamatan Dewantara itu setuju nilai hibah sebesar 2,5 persen.

Sebelumnya, Forpemda Aceh Utara meminta hasil penjualan besi tua, di lelang dan dimenangkan PT Kirana Saiyo Perkasa itu, sebesar 25 persen. Kalau tuntutan tidak terpenuhi, mereka akan melakukan aksi demontrasi besar-besaran pada Selasa 18 Agustus lalu.

“Pertimbangan kami menerima tawaran, agar tidak terjadi keributan di Kecamatan Dewantara. Sekali lagi, hanya itu pertimbangan kami,” kata Pembina Forpemda Aceh Utara Saifuddin kepada sejumlah awak media, Kamis 20 Agustus 2020.

Menurutnya kesepakatan dilakukan, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan manajemen PT PIM pada Selasa kemarin. Atau tepatnya sehari sebelum acara unjukrasa akan dilakukan.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat Keupula Komplek PT PIM. Yang dihadiri Direktur SDM dan Umum PT PIM Husni Safrizal, Sekretaris PT PIM Yuanda Wattimena serta Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan.

Dalam pertemuan, tiga poin disepakati, yaitu:

1. PT PIM akan membantu keuntungan dari penjualan besi scrap eks PT AAF sebesar 2,5 persen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan akan dituangkan dalam berita acara akan di tandatangani Muspika Dewantara.

2. Bakal dibentuk Kelompok Kerja, terdiri dari PT PIM, Geuchik dan pemuda untuk mengawasi pelaksanaan penyerahan bantuan.

3. Waktu penyerahan bantuan akan diputuskan PT PIM setelah ada kesepakatan direksi.

“Selain itu PIM juga akan mengubah nomenklatur bantuan dari bentuk zakat ke hibah. Sebelumnya diwacanakan bantuan dari nilai zakat, dan kami tidak mau,” tambah Saifuddin.

Humas PT PIM Nasrun saat dihubungi media ini melalui pesan WhatssApp membenarkan, tawaran hibah 2,5 persen dari hasil penjualan besi scrap eks PT AAF, semula sempat di tolak Forpemda Aceh Utara, akhirnya diterima. “Sudah sepakat dengan manajemen PT PIM,” pungkasnya, Jumat 21 Agustus 2020. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here