Sinkronisasi Kurikulum Sekolah dan Dunia Usaha, SMKN 1 Rejotangan Ciptakan SDM Siap Kerja

0
267

TULUNGAGUNG, KABARTERKINI.co.id – SMK Negeri 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung menggelar Workshop Pelaksanaan Komitmen Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja atau DUDIKA. Workshop digelar demi menciptakan para pelajar siap kerja setelah lulus sekolah.

“Kita menggelar workshop, ingin memberi bekal kepada peserta didik kelas XI dan kelas XII,” kata Pengawas SMKN 1 Rejotangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk wilayah Tulungagung, Suyanto pada awak media, Sabtu 12 September 2021. “Mempersiapkan para pelajar itu memasuki dunia usaha.”

Kegiatan ini, menurutnya, merupakan salah satu kewajiban pihak sekolah mensinkronisasi kurikulum. Sehingga kurikulum harus mengadopsi dari dunia usaha.

KOORDINATOR Bursa Kerja Khusus SMKN 1 Rejotangan, di bawah pengawasan Disnaker Tulungagung. Dedy Subagyo (kiri) bersama HRD GA PT Moderna Tehnik Romadhoni Isa

“Kurikulum sekolah kalau tidak mengadopsi dunia usaha, dikhawatirkan alumninya belum siap kerja,” kata Suyanto. “Jika kurikulumnya sudah disesuaikan, maka bisa bekerja di dunia usaha apa saja.”

Wakil Manajemen SMK Negeri 1 Rejotangan, selaku Koordinator Sekolah Unggulan, Saiful Hidayat menimpali, SMK tidak bisa lepas dari kerjasama dengan dunia usaha. Mengingat dunia usaha mitra sangat penting.

“Kalau bisa para pelajar, sebelum lulus sudah praktek di dunia usaha itu,” saran Saiful. “Jadi dalam workshop ini kita undang sebagai narasumber pihak PT Moderna Tehnik.”

WORKSHOP Pelaksanaan Komitmen DUDIKA SMK Negeri 1 Rejotangan

HRD GA PT Moderna Tehnik Romadhoni Isa menuturkan, dengan adanya kegiatan ini merupakan langkah awal pembelajaran dunia usaha ke sekolah. Otomatis bakal banyak penyerapan tenaga kerja lulusan SMK.

“Kita targetkan, alumni SMKN 1 Rejotangan banyak terserap masuk ke dunia kerja,” kata Romadhoni. “Saya berharap para peserta didik kelas XII agar mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh.”

Koordinator Bursa Kerja Khusus SMKN 1 Rejotangan, di bawah pengawasan Disnaker Tulungagung. Dedy Subagyo menjelaskan workshop akan dilaksanakan setiap satu minggu. Karena dimasa pandemi Covid-19, jumlah peserta dibatasi.

“Jadi jumlah peserta tidak boleh lebih dari 80 orang,” kata Dedy. “Mengingat workshop tiap minggu dengan jumlah terbatas, minggu ketiga Oktober baru berakhir kegiatannya.” (*agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here