Tangkap Pelaku Bom Ikan di Perairan Midai, Kasatpolairud: Ancaman Maksimal Hukuman Mati

0
1445
KEPALA Satpolairud Polres Natuna Iptu Sandi Pratama (tengah) didampingi Kanit I Satreskrim Polres Natuna Ipda Wira Pratama dan Kanit II Satreskrim Polres Natuna Ipda Andi Pakpahan

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Satpolairud Polres Natuna berhasil menangkap tujuh pelaku bom ikan di perairan Kecamatan Midai, Natuna, Sabtu kemarin. Kini para pelaku perusak tempat tinggal biodata laut, dan meresahkan nelayan Midai itu, ditahan di Markas Polres Natuna, Jalan Adam Malik, Ranai.

“Saat sedang patroli diperairan Midai, kami melihat satu pelaku sedang mengebom ikan. Langsung kami kejar, dan tangkap,” kata Kepala Satpolairud Polres Natuna Iptu Sandi Pratama saat konferensi pers di ruang pertemuan Kantor Sat Intelkam Polres Natuna, Senin 31 Mei 2021.

Para pelaku mengebom ikan, sambung Sandi, menggunakan satu unit pompong dan satu unit sampan. Dengan menggunakan sampan, pelaku melaksanakan aksinya melempar bom ikan. Saat beraksi itu, pelaku ditangkap.

“Jadi pelaku mengebom ikan tidak menggunakan pompong, melainkan sampan. Dengan naik sampan pelaku mencari sasaran tepat mengebom ikan,” katanya saat konferensi pers didampingi Kanit I Satreskrim Polres Natuna Ipda Wira Pratama dan Kanit II Satreskrim Polres Natuna Ipda Andi Pakpahan.

Dari hasil interogasi dilokasi penangkapan, Sandi mengamankan enam pelaku lagi. Para pelaku ini, mempunyai peran masing-masing dalam melakukan tindak pidana perikanan, yakni mengebom ikan.

“Tujuh pelaku berhasil kita tahan, berinisial D, C, HM, B, A, F dan JI. Yang berinisial JI ini berperan sangat penting, sebab sebagai pemilik bom ikan, penyuruh dan penampung. Dari kerja mengebom ikan, JI jual di Kalimantan Barat,” kata perwira Kepolisian balok dua emas itu.

Dari para pelaku berhasil diamankan, menurut Sandi, 23 botol bom ikan siap pakai, satu unit pompong, satu unit sampan, satu unit kompresor, selang menyelam dan ikan hasil tindak pidana perikanan.

“Para pelaku ditersangkakan, Pasal 84 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun. Lalu, Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman, hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Terhadap para pelaku, kita masih melakukan pengembangan,” pungkas Sandi. (*zani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here