Tatanan New Normal, Penumpang Angkutan Laut dan Udara di Anambas Naik 100 Persen

0
503
KEPALA Puskesmas Tarempa Januardi

Kabarterkini.co.id, Anambas – Dengan tatanan New Normal, atau Kebiasaan Baru bakal diterapkan Pemerintah Republik Indonesia di tengah wabah virus corona, atau Covid19, membuat jasa angkutan laut dan udara di Kepulauan Anambas semakin bergairah. Karena terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 100 persen.

“Alhamdullah jumlah penumpang, biasanya berkisar 20 orang, kini mencapai 40 orang,” kata Kepala Puskesmas Tarempa Januardi pada awak media, Selasa 16 Juni 2020. “Hal itu disebabkan, pemerintah bakal menerapkan tatanan New Normal.”

Tatanan New Normal, sambungnya, merupakan kebijakan membuka semua akses usaha, dari transportasi, perdagangan dan lainnya. Dengan begitu, akan kembali meningkat perekonomian Indonesia, khusus Anambas, akibat wabah Covid19.

Namun kebijakan tatanan New Normal ini, tetap harus mengikuti protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sehingga masyarakat, aman dari virus belum ada vaksin penawarnya itu.

“Kita sangat mengetahui terjadi lonjakan penumpang angkutan laut dan udara,” kata kepala puskesmas kabupaten perbatasan Indonesia itu. “Sejak banyak warga meminta surat sehat Covid19, sesuai prosedur keberangkatan.”

SUASANA Puskesmas Tarempa

Sementara, papar Januardi, Surat Edaran Bupati Kepulauan Anambas, Nomor 515/KDH.KKA.680/06.2020 tentang Surat Bebas Influenza/Covid19 bagi masyarakat Anambas yang akan melakukan perjalanan keluar daerah, melalui angkutan laut maupun udara.

“Mengingat Anambas masuk Zona Hijau atau bebas Covid19, warga kabupaten ini cukup mengambil surat kesehatan di puskesmas,” katanya. “Cara pengambilan, kita akan mengecek suhu tubuh, cek darah, berat badan dan tinggi badan penumpang.”

Namun, Januardi tidak menyangkal, Puskesmas-nya masih ada kekurangan peralatan kesehatan. Tetapi kekurangan itu, tidak menjadi kendala bagi mereka memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat.

“Jangan kekurangan peralatan kesehatan menjadikan kita tidak bersemangat dalam bekerja,” ungkapnya. “Berbakti bagi negeri tercinta ini, paling utama.” (*sarnilam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here