Ulama Banten Ikut Vaksinasi, Kapolri: Kabar Baik dan Motivasi ke Masyarakat

0
184
KAPOLRI bersama ulama dan tokoh agama Banten saat meninjau pelaksanaan vaksinasi (foto istimewa)

PANDEGLANG, KABARTERKINI.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau akselerasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Badan Diklat Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa 22 Februari 2022. Kegiatan ini, juga terlaksana secara serentak di 34 Provinsi se-Indonesia.

Akselerasi vaksinasi digelar di Pandeglang disaksikan dan dihadiri langsung para ulama dan tokoh agama. Hal ini, menurut Sigit, menjadi motivasi bagi masyarakat yang masih ragu di vaksinasi.

“Saya dapat informasi rata-rata tokoh agama dan ulama saat ini minimal sudah vaksin kedua. Bahkan rata-rata sudah mau masuk vaksin ketiga. Jadi ini tentunya kabar baik bagi kita semua,” kata Sigit melalui keterangan tertulis.

Percepatan vaksinasi saat ini, sambung mantan Kabareskrim Polri itu, sangat penting dilakukan. Mengingat angka Covid-19, khususnya varian Omicron masih tinggi. Hingga saat ini, angka harian Covid-19 berada di sekitar angka 34 ribu hingga 64 ribu.

“Tentunya kita harus tetap waspada tapi tidak perlu takut. Kita akan gencar menggelar vaksinasi, terutama bagi masyarakat belum di vaksin,” ujar Sigit.

Tidak lupa ia mengimbau ke masyarakat yang sudah vaksin tapi belum melakukan penyuntikan vaksin dosis kedua agar segera datang ke gerai-gerai vaksin disiapkan. Begitupun bagi masyarakat sudah waktunya melaksanakan vaksinasi ketiga atau booster untuk disegerakan.

Apalagi, Kementerian Kesehatan menyatakan waktu pelaksanaan vaksinasi booster hanya 3 bulan sejak vaksinasi kedua bagi kelompok lanjut usia (lansia). Kementerian memperpendek jeda vaksinasi booster bagi warga usia 60 tahun ke atas.

Warga lanjut usia bisa memperoleh vaksin dosis ketiga dengan jarak tiga bulan dari vaksin kedua. Aturan itu termaktub dalam Surat Edaran Nomor SR.02.06/II/1123/2022 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pada 21 Februari 2022.

“Ini sangat penting, khususnya bagi keluarga kita yang lansia harus betul-betul di jaga. Karena memang kondisi tertentu varian Delta dan Omicron masih ada. Angkanya tinggi dan ada risiko harus kita hindari,” ucap Sigit.

Jadi, papar Sigit, seluruh pihak tidak boleh lengah ataupun abai dalam pengendalian pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu soliditas dan kekompakan semua elemen, baik stakeholder terkait maupun masyarakat.

“Indonesia sudah berada di urutan keempat dunia untuk vaksinasi. Kita berharap sebentar lagi bisa ketiga atau kedua dengan kerja sama semua pihak,” tutur Sigit.

Akselerasi vaksinasi dilakukan, terangnya, guna membentuk kekebalan kelompok. Hal Ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ini berada di angka 5 persen. Negara lain, ada yang mengalami stagnasi pertumbuhan ekonomi, bahkan ada yang mengalami tingkat inflasi cukup dalam.

“Harapan kita dengan semua yang dilakukan bisa menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Tingkat inflasi kita jaga dan ini perlu dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholder,” pungkas Sigit. (*andi surya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here