Utang Proyek 2025, Sekda Lingga Terus Upayakan Pembayarannya

0
97
SEKDA Lingga Armia

LINGGA, KABARTERKINI.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga H. Armia meminta seluruh penyedia jasa konstruksi atau kontraktor agar bersabar terkait proses pembayaran utang proyek 2025. Karena utang-utang itu, terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Lingga untuk dibayarkan.

“Alasan keterlambatan pembayaran, disebabkan kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan,” kata Armia pada awak media, Sabtu 25 April 2026. “Salah satunya, belum tercapainya target Pendapatan Asli Daerah atau PAD dan DBH.”

Selain itu, sambungnya, belum optimalnya penerapan Harga Patokan Mineral atau HPM, khususnya pada komoditas pasir kuarsa. Sehingga kegiatannya belum berjalan maksimal dan berdampak pada penurunan PAD.

“Baru-baru ini, saya telah berkoordinasi dan bertemu dengan pihak perusahaan pasir kuarsa,” katanya. “Kini aktivitas penjualan pasir kuarsa kembali berjalan normal, tentu akan sangat membantu meningkatkan PAD Lingga kedepan.”

Sementara, menurut Armia, Dana Alokasi Umum (DAU) diterima Lingga berkisar Rp32 miliar. Sebagian besar anggarannya terserap belanja rutin, terutama membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kewajiban pembayaran BPJS.

BACA JUGA :  KEK Perikanan, Solusi Untuk Natuna

Bahkan, sebagai langkah penyesuaian fiskal, Pemerintah Kabupaten Lingga terpaksa melakukan kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN. Kondisi ini bukan hanya dialami Lingga, melainkan juga merupakan dampak situasi global yang turut mempengaruhi keuangan daerah di berbagai wilayah.

“Kita tidak mungkin membebani masyarakat dengan menaikkan pajak daerah,” katanya. “Oleh karena itu, strategi yang kita dorong optimalisasi sektor pendapatan, misalnya melalui peningkatan nilai HPM pasir kuarsa.”

Sekali lagi, Armia berharap pihak ketiga atau kontraktor agar bersabar. Pemerintah daerah terus berupaya merealisasikan pembayaran secepat mungkin. Ia juga menyampaikan sejumlah kewajiban lain, seperti pembayaran TPP dan Tunjangan Hari Raya (THR) telah berhasil dipenuhi.

Di sisi lain, ia turut mengakui kondisi kesehatannya yang saat ini belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, hal tersebut dipastikan tidak mengganggu jalannya roda Pemerintahan Kabupaten Lingga.

“Saya memang rutin menjalani kontrol dan cuci darah setiap hari Rabu, namun di luar itu roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Armia. “Ada para asisten dan jajaran yang turut berkolaborasi menjalankan tugas pemerintahan.”

BACA JUGA :  Ketua DPRD Natuna Dampingi Gubernur Kepri Serahkan Bantuan dan Insentif Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 di Serasan

Ia juga mengungkapkan rencana mengajukan pensiun dini, meskipun saat ini dinilai belum waktu yang tepat, terlebih di tengah munculnya isu terkait posisinya sebagai Sekda Lingga. Menanggapi hal tersebut, Armia menegaskan telah menyampaikan kepada Bupati Lingga (M. Nizar) bahwa ia siap ditempatkan di Organisasi Perangkat Daerah atau OPD mana pun sesuai kebutuhan.

Namun demikian, Bupati masih membutuhkan perannya, terutama dalam mendukung sejumlah program strategis, termasuk program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat serta pengembangan fasilitas kesehatan di daerah.

“Saat ini kita sedang dalam proses pengembangan di RSUD Encik Mariyam Daik untuk menghadirkan fasilitas cuci darah,” katanya. “Ini tentu akan sangat membantu masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar daerah dengan biaya besar.” (*Taufik)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini