Wakil Bupati Natuna Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Via Telekonferensi

0
358

Kabarterkini.co.id, Natuna – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah menggelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten dengan Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se-Natuna. Acara berlangsung di ruang rapat Kantor BP3D Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Ranai, Rabu pagi 3 Juni 2020.

“Saya berharap segenap peserta rembuk, bahwa stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami masalah kurang gizi dalam waktu cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak tersebut,” kata Ngesti Yuni Suprapti.

Sejauh ini, menurutnya, Natuna termasuk dalam 100 Kabupaten/Kota mengalami masalah Stunting. Dimana pada 2018 sebanyak 20.05 persen, pada 2019 sebanyak 17.08 persen dan pada 2020 sebanyak 13,51 persen.

MENYANYIKAN lagu Indonesia Raya

“Padahal, salah satu fokus pemerintah adalah pencegahan stunting. Agar anak-anak Indonesia, khusus Natuna dapat tumbuh sehat, baik fisik, emosional dan sosial. Untuk dipersiapkan menjadi generasi memiliki kemampuan serta daya saing bagi menjawab tantangan zaman,” kata Ngesti.

Jadi ia meminta, melalui kegiatan rembuk ini, semua pihak dapat menyatukan persepsi, komitmen serta mampu melakukan perencanaan. Terus berkoordinasi, evaluasi, monitoring serta komunikasi dalam pencegahan dan penurunan masalah stunting di Natuna.

Sekretaris Dinas Kesehatan Natuna Urai Damahnita dalam laporan berdasarkan data instansinya, pada 2019 dari 76 Desa/Kelurahan, terdapat 32 Desa/Kelurahan berada diatas batasan WHO 2010, yaitu 20 persen. Dengan kata lain, prevalensi balita stunting di Natuna saat ini cukup tinggi.

FOTO bersama usai acara

Untuk itu Kementerian Kesehatan menetapkan program dalam upaya perbaikan gizi secara menyeluruh dan terpadu. Antara lain, pemantauan pertumbuhan, perekonomian, penyediaan air bersih, sanitasi, pendidikan gizi masyarakat, imunisasi, pengendalian penyakit malaria dan HIV/AIDS.

Sambil memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja. Jaminan Kesehatan Nasional, Jaminan Persalinan, Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, Nusantara Sehat (tenaga gizi dan tenaga promosi kesehatan serta tenaga kesehatan lingkungan). (*pro_kopim/diana/sri/ery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here