Wisata Pintar, Program Prioritas Desa Batu Gajah

0
541

Kabarterkini.co.id, Natuna – Kepala Desa Batu Gajah Kurniawan Sindro Utomo penuh semangat bercerita program Wisata Pintar. Program prioritas, bakal dibangun sejumlah fasilitas itu, akan dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Batu Gajah.

“Dalam program Wisata Pintar, kami akan membangun fasilitas Perpustakaan Desa, Internet Gratis, Taman Bermain Anak-Anak dan Kios Tempat Jual Makanan Tradisional,” terang Kur -biasa disapa- Kamis 2 April 2020. “Rencana lokasi pembangunan, Lapangan Sepakbola Batu Gajah lama.”

Kenapa Lapangan Sepakbola Batu Gajah menjadi lokasi pembangunan? Karena, menurut kades periode 2020-2026, dibawah naungan Kecamatan Bunguran Timur itu, pihak desa telah membangun Lapangan Sepakbola baru, dibelakang Kantor Pemerintahan Desa Batu Gajah.

Otomatis, Lapangan Sepakbola Batu Gajah lama, perlu dialih fungsikan, agar bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, hasil rapat internal dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Batu Gajah, tercetus rencana program Wisata Pintar ini.

“Meski pun lahan Lapangan Sepakbola Batu Gajah lama, dari hibah masyarakat, tapi statusnya belum milik pemerintah desa,” timpal Kepala BPD Batu Gajah Wahyudin. “Maka kami harus melakukan rapat bersama ahli waris pemilik lahan hibah, agar tidak menjadi masalah suatu hari nanti.”

Sekretaris BPD Batu Gajah Herman menyarankan, rapat lanjutan harus segera dilaksanakan, antara Pemerintah Desa Batu Gajah dengan ahli waris pemilik lahan Lapangan Bola Batu Gajah lama. Sehingga program Kades Batu Gajah Kurniawan Sindro Utomo tentang Wisata Pintar dapat segera dimasukan dalam RPJMDes Batu Gajah.

“Saya rasa program Wisata Pintar ini, rencana pembangunan jangka panjang,” ungkap Herman. “Supaya program awal berjalan, sebaiknya kami prioritas membangun fasilitas Perpustakaan Desa.”

Kur sangat setuju program prioritas membangun fasilitas Perpustakaan Desa. Mengingat Perpustakaan Desa, sangat diperlukan demi meningkatkan sumber daya manusia generasi muda Batu Gajah.

“Saya punya cita-cita, Perpustakaan Desa Batu Gajah dibangun paling terlengkap,” kata Kur. “Dari buku perpustakaan, komputer hingga jaringan internet.”

Rencana pembangunan, sambungnya, tetap secara bertahap. Agar tidak terlalu memberatkan anggaran desa. Jadi tahun depan, akan diplot anggaran pembangunan Gedung Perpustakaan.

“Target saya dua tahun, bakal terbangun Gedung Perpustakaan Batu Gajah,” ungkapnya. “Setelah itu, baru kita pikirkan membeli buku perpustakaan, peralatan komputer, serta membangun jaringan internet.”

Jika terbangun Perpustakaan Desa terlengkap, menurut Kur, generasi muda Batu Gajah tidak ketinggalan dengan generasi muda diperkotaan. Terutama generasi muda Kota Ranai.

“Jaringan internet desa kami sudah 4G. Kami tidak sulit mengakses. Kita tinggal beli peralatan komputer. Biar generasi muda kami semakin mudah belajar,” katanya. “Seandai rencana pembangunan ini berhasil, generasi muda Batu Gajah, tidak usah khawatir, Perpustakaan tetap gratis.”

Namun, Kur tidak menolak, jika Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) atau Pemerintah Republik Indonesia ingin membantu buku perpustakaan. Karena di kantor desanya, tersedia satu ruang kosong sebagai ruang perpustakaan sementara.

“Kalau kami sudah punya stok buku perpustakaan, bisa sebagai penyemangat membangun Gedung Perpustakaan Desa,” paparnya. “Kedepan, biar pun kami jauh dari ibukota kabupaten (Ranai-red), soal SDM tetap bisa bersaing,” ulangnya lagi. (*andy surya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here