Yukon Afrinaldo Resmi Pimpin Bank Indonesia Lhokseumawe

0
929
Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi (kiri) menyerahkan dokumen pengukuhan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe yang baru Yukon Afrinaldo

Kabarterkini.co.id, Lhokseumawe – Yukon Afrinaldo secara resmi memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. Ia mengantikan Yufrizal, dipromosi sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara.

Serah terima jabatan, antara Yukon Afrinaldo dengan Yufrizal disaksikan langsung Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Jumat 7 Februari 2020.

Tampak hadir dalam acara, antara lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Sekda Lhokseumawe T. Adnan, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol (Inf) Agung Sukoco dan Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan.

“Saya berharap, pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe yang baru dapat melanjutkan prestasi pemimpin sebelumnya,” sambutan Rosmaya. “Terus bersinergi dengan seluruh stakeholder, demi peningkatan perekonomian Indonesia, terutama di Lhokseumawe.”

Sebenarnya, terangnya, Yukon Alfrinaldo sudah dilantik bersama 45 kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia lainnya pada 9 Januari 2020. Jadi serah terima jabatan ini, hanya mempererat talisilaturahmi antar sesama.

“Pergantian pucuk pimpinan dalam suatu oraginsasi perbankan sangat lumrah,” kata Rosmaya. “Agar terjadi penyegaran dalam organisasi, demi pengabdian Bank Indonesia pada bangsa dan negara.”

Peran Bank Indoenesia dalam memajukan bangsa dan negara, menurut Rosmaya, tetap ditentukan kondisi perekonomian global. Sehingga Bank Indonesia harus terus waspada, terutama taktik perang dagang antar sejumlah negara saat ini sedang berlangsung. Misalnya, Amerika Serikat dengan China, Eropa, Korea Selatan serta Jepang.

“Terus terang, perekomian dunia sempat melambat tajam,” katanya. “Pada 2018, perekonomian dunia sebesar 3,18 persen. Namun pada 2019, hanya tumbuh sekitar 2,9 persen.”

Alasan Bank Indonesia konsen pada perekonomian global, papar Rosmaya, demi menguatkan perekonomian Indonesia. Pada 2019, perekonomian negara cukup bagus. Karena ditunjang sinergitas seluruh elemen bangsa.

“Pada triwulan IV 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 4.97 persen,” ujar Rosmaya. “Nilai ekspor mengalami kontraksi 0.87 persen, akibat lemahnya permintaan global.” (*fadhil)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here