Covid19 Bukan Aib, Ketua PWI Kepri Minta Media Buka Identitas Korbannya

0
302
KETUA PWI Kepri Candra Ibrahim

Kabarterkini.co.id, Batam – Menyikapi semakin bertambah korban virus corona atau Covid19, baik berstatus ODP, OTG, PDP, maupun meninggal dunia, serta semakin luas lokasi penyebaran, Ketua PWI Kepulauan Riau (Kepri) Candra Ibrahim berharap, agar media membuka identitas korban, closed contact-nya, tempat tinggal, dan riwayat perjalanan mereka.

Sehingga masyarakat luas dapat lebih berhati-hati dan memperhatikan kawasan tempat tinggal mereka. Apakah ada warganya berklasifikasi ODP, OTG, maupun PDP?

“Jika masyarakat tidak terpapar tahu, mereka lebih waspada. Apalagi, misalnya jika di komplek tempat tinggal mereka ada menjalankan isolasi mandiri, masyarakat itu bisa membantu aparat lingkungan memantau,” kata Candra pada sejumlah awak media, Ahad 12 April 2020.

Dalam pandangannya, surat edaran dan himbauan bersama pernah dikeluarkan Dewan Pers dan PWI Pusat belum lama ini, adalah untuk memberikan koridor liputan bagi media, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan di tengah masyarakat.

Namun saat ini, pihak pemerintah justru dilihat agak kewalahan. Karena kepatuhan sebagian masyarakat dalam menjalankan protokol physical distancing masih rendah.

“Dugaan kami, penyebabnya karena masyarakat tidak mengetahui identitas jelas dan tempat tinggal korban dirawat atau meninggal. Jadi mereka tidak terpapar, santai saja,” kata Candra.

Di sisi lain, ia meminta kepada Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid19 lebih membuka jatidiri korban. Sehingga tingkat kehati-hatian masyarakat tidak terpapar lebih meningkat dan akan lebih mematuhi himbauan pemerintah.

“Hasil pantauan kami masih banyak masyarakat tetap keluar rumah tanpa keperluan mendesak. Malam-malam berkumpul tanpa mengindahkan jarak duduk. Padahal, siapapun berpotensi menjadi carrier (penyebar) Covid19,” terang Direktur Batam Pos Online (batampos.co.id) itu.

Kepada korban Covid19, Candra meyakinkan, bahwa mereka adalah korban. Penderitanya bukan sedang tertimpa aib. Tidak perlu merasa malu membuka riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan maupun aparat RT, RW, kelurahan maupun kecamatan.

“Kepada rekan media, saya menghimbau tetap selalu waspada menjalankan tugas. Jaga jarak, hindari tempat-tempat tidak steril, serta hindari kerumunan massa dalam bertugas. Selalu memakai masker dan bawa hand sanitizer,” pungkasnya. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here