Hemat dan Efisien, Presiden Naik Garuda Indonesia Kunjungi Tiga Negara

0
263
PRESIDEN saat naik ke Pesawat Garuda Indonesia (foto BPMI Setpres)

TANGGERANG, KABARTERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke tiga negara, yakni Italia, Inggris Raya dan Persatuan Emirat Arab. Dalam kunjungan itu, Jokowi -biasa disapa- tidak menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, melainkan Pesawat Garuda Indonesia.

“Pemilihan pesawat maskapai nasional telah dipertimbangkan secara matang, seperti efisiensi waktu, penghematan anggaran dan protokol kesehatan,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Jumat 29 Oktober 2021.

Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, sambungnya, perjalanan menuju Roma selama 13 jam bisa langsung. Bila menggunakan Pesawat Kepresidenan harus transit.

“Kunjungan kerja ini, kunjungan perdana Pak Presiden ke luar negeri di masa pandemi Covid-19. Kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka di saat transit,” ucap Heru.

Apabila Presiden dan rombongan harus transit, menurutnya, maka persiapan pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat. Seperti sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji di tempat transit, makanan dan minuman disajikan harus dipastikan dijalankan dengan protokol kesehatan.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, adalah efisiensi anggaran. Sebab semua menteri yang hadir dalam kunjungan kerja, turut serta dalam rombongan Presiden di pesawat ini.

“Tentunya penggunaan anggaran menjadi perhatian kami. Setelah kami hitung jauh lebih hemat dengan turut sertanya para menteri dalam rombongan ini, dibandingkan para menteri menggunakan pesawat komersial,” ungkap Heru.

Total, paparnya, ada enam menteri yang ikut dalam pesawat ini, yaitu Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Sekretaris Kabinet. Memang para Menteri tidak semuanya bergabung sejak di Jakarta. Karena ada pertemuan yang harus diikuti sebelum bergabung dengan rombongan Presiden.

“Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri misalnya, beliau harus berangkat terlebih dahulu ke Roma. Karena ada pertemuan tingkat menteri dan juga mempersiapkan kedatangan Presiden. Namun setelah itu, dari Roma menuju Glasgow, kemudian lanjut Abu Dhabi dan Dubai, Menlu akan bergabung terus,” ujar Heru.

Penghematan lain, terangnya, adalah semua rombongan tergabung dalam tim pendahulu ke Abu Dhabi dan Dubai, kepulangan ke Tanah Air akan bergabung dengan pesawat tersebut.

“Semua pegawai yang bertugas sebagai tim pendahulu di Abu Dhabi dan Dubai akan ikut bersama kami dalam kepulangan ke Tanah Air. Jadi mereka tidak membeli tiket pesawat komersial untuk kembali ke Tanah Air,” tutur Heru.

Yang tidak kalah pentingnya di masa pandemi ini, lanjut Heru, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono menerapkan aturan protokol kesehatan dalam penerbangan ke luar negeri ini.

“Ini penerbangan jarak jauh dan kita tahu Covid-19 masih ada, bahkan di Eropa terjadi peningkatan. Oleh karena itu Pak Sesmil menerapkan aturan yang ketat di dalam penerbangan, seperti menggunakan masker dan antarpenumpang minimal berjarak satu kursi,” pungkas Heru. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here