Pilkada Serentak 2020, Ketua PWI Kepulauan Anambas: Efektif Kampanye Gunakan Media Massa di Tengah Covid-19

0
285

ANAMBAS, KABARTERKINI.co.id – Ketua PWI Kepulauan Anambas Indra Gunawan bercerita, sambil mengingatkan, tentang kontestasi Pilkada Serentak 2020 mulai ditabuh sejak 26 September hingga 5 Desember mendatang. Meski pelaksanaan di masa pandemi Covid-19 melanda seluruh Indonesia, namun hiruk pikuk Pilkada, khususnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas masih kian kental terasa di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi masyarakat kabupaten kepulauan perbatasan ini, diberikan kejutan dengan munculnya tiga Pasangan Calon. Paslon bersama Tim Sukses-nya harus berjuang memperebutkan kursi panas orang nomor satu dan dua dalam memimpin negeri sejuta keindahan ini.

Menariknya lagi, ketika disejumlah daerah berharap calon independen, tapi kandas. Namun di Anambas satu Paslon sukses melaju bersama dua calon lain di usung partai. Kendati Anambas berada di Zona Hijau, alias nihil Covid-19, para Paslon tetap harus mematuhi protokol kesehatan, sesuai Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Tentu tiga Paslon bersama Timses, telah memiliki nomor urut harus mentaati aturan pakem telah ditentukan sang penyelenggara. Seperti, tidak dibenarkan mengumpulkan massa melebihi ketentuan, memakai masker serta menjaga jarak aman,” kata Indra pada awak media, Jumat 2 Oktober 2020.

Jadi, wartawan senior Kepulauan Anambas itu meminta seluruh elemen masyarakat dapat mencegah penularan wabah Covid-19. Memang, hiruk pikuk kampanye secara konvensional saat ini masih kurang dirasakan masyarakat. Ditambah, aturan protokol kesehatan tentang mengumpulkan massa.

Sehingga ia menyarankan para Paslon, dapat memanfaatkan media cetak, media online maupun media elektronik bahkan media televisi sebagai wadah kampanye. Mengingat media berbadan hukum Indonesia itu, akan mempublikasi visi misi bernas, sesuai keinginan para Paslon.

“Media massa cukup baik sebagai wadah menyampaikan adu gagasan dalam berkampanye, para Paslon kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Dengan geografis kecamatan di Anambas, berada di pulau-pulau, tentu media massa sangat efektif dipergunakan,” ungkap Indra.

Terus terang, katanya, Pilkada Serentak 2020, sejatinya bukan hanya soal merebut kursi kekuasaan, tapi adu gagasan. Oleh sebab itu, tiga Paslon dinilai mampu memberi gagasan terbaik dan masuk akal, sesungguhnya layak dipilih pada hari pencoblosan di jadwal pada 9 Desember 2020.

Sayangnya, sejauh ini, belum terlihat para Paslon beradu gagasan tentang pembangunan daerah, ketika terpilih nanti. Atau gagasan dimaksud belum ditularkan kepada masyarakat melalui Timses masing-masing.

“Saat ini diprediksi banyak janji dilontarkan para Paslon. Tapi nanti jika terpilih apakah bisa menjalankan roda organisasi pemerintahan sesuai dengan janjinya? Menurut saya, janji politik itu sah, akan tetapi harus realistis dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” terang Indra sambil mengingatkan agar para Paslon menghindari politik uang, karena kurang elok. (*sarnilam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here