Ratusan Petugas Kebersihan DLHK Aceh Utara Gelar Unjuk Rasa

0
507

LHOKSEUMAWE, KABARTERKINI.co.id – Ratusan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara menggelar unjuk rasa menuntut upah layak, serta tentang pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ketenagakerjaan belum diterima dari BPJS Ketenagakerjaan. Unjuk rasa berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Kuta Blang, Lhokseumawe, Rabu 14 Oktober 2020.

Tampak, puluhan mobil dump truk DLHK Aceh Utara terparkir, saat petugas kebersihan itu berunjuk rasa. Seraya menggelar spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan. Sedangkan aparat Polres Aceh Utara berjaga-jaga.

Koordinator aksi, Zul Faisal mengatakan, kedatangan ia bersama ratusan kawan-kawan ke Kantor Bupati Aceh Utara sebagai upaya menuntut upah layak. Yang tidak pernah dirasakan mereka selama menjadi petugas kebersihan DLHK Aceh Utara.

Lalu menuntut pencairan BLT Ketenagakerjaan belum diterima dari BPJS Ketenagakerjaan. Apakah iuran bulanan selama ini tidak dibayar, sehingga mereka tidak terima BLT Ketenagakerjaan?

“Jerih payah kami sebagai petugas kebersihan hanya dihargai Rp1,6 juta perbulan. Tidak dapat bantuan apapun. Bahkan tidak ada libur Lebaran. Kalau berani libur, upah kami dipotong,” ungkapnya.

Dengan berbagai kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dianggap tidak adil dan merugikan, maka petugas kebersihan itu meminta aturan ini dikaji ulang atau diperbaiki.

“Kebijakan ini sangat berbeda dengan petugas kebersihan di kota-kota lain. Hari ini kami ingin bertemu langsung Pak Bupati untuk menyampaikan keluhan dirasakan selama ini,” kata Faisal.

Celakanya, orang nomor satu di pemerintahan Aceh Utara itu tidak berada ditempat. Tapi setelah bernegosiasi, akhirnya peserta aksi setuju bertemu Asisten I Setda Aceh Utara Dayan Albar.

Seusai pertemuan, peserta aksi unjuk rasa membubarkan diri. Sebab tuntutan mereka akan diupayakan untuk segera ditangani.

Asisten I Setda Aceh Utara Dayan Albar pada awak media mengatakan, kedatangan ratusan petugas kebersihan DLHK Aceh Utara menuntut upah layak, serta tentang pencairan dana BLT Ketenagakerjaan belum di terima dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara tuntutan upah layak, pada 2019 pihaknya sudah mencoba mengajukan sesuai UMP. Namun karena kondisi keuangan pemerintah daerah tidak memadai, belum dapat terealisasi.

Sedangkan soal pencairan BLT belum diterima petugas DLHK Aceh Utara, pihaknya akan memanggil BPJS Ketenagakerjaan. Karena seluruh petugas kebersihan DLHK Aceh Utara terdaftar di lembaga itu.

“Apakah data administrasi sebagai penerima BLT Ketenagakerjaan belum diserahkan atau tidak lengkap? Kita akan meminta keterangan dari BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Dayan. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here