Secara Virtual, Sekda Asahan Ikuti Rakor Covid-19 dengan Lintas Kementerian

0
49
SAAT mengikuti rakor Lintas Kementerian dari aula Melati Kantor Bupati Asahan

ASAHAN, KABARTERKINI.co.id – Secara virtual, Sekda Asahan John Hardi Nasution mengikuti rapat koordinasi tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 dengan sejumlah Kementerian. Rakor secara virtual di ikuti dari aula Melati Kantor Bupati Asahan.

Tampak hadir mendampingi Jhon Hardi, antara lain, Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh dan Wakapolres Kepulauan Anambas Kompol Sri Juliani Siregar.

Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian dalam sambutan mengatakan, penanganan Covid-19 jangan sampai melemah. Sebab belajar dari kasus India, awalnya terjadi karena adanya kegiatan keagamaan yang protokol kesehatannya tidak ketat. Sehingga terjadi ledakan Covid-19.

“Pak Presiden meminta kita waspada. Akhir-akhir ini banyak kegiatan masyarakat memicu terjadinya kerumunan. Oleh karena itu pada kesempatan ini beberapa rekan Menteri dan Kepala BNPB bersepakat memberi gambaran terkait penanganan Covid-19 dan kebijakan larangan mudik,” ujar Tito.

Kepala BNPB RI Doni Monardo menjelaskan tren kematian akibat Covid-19 dalam sebulan belakangan ini mulai naik di beberapa daerah. Meskipun angka kesembuhan secara nasional relatif meningkat, namun kasusnya masih lebih tinggi dari pada kasus sembuh.

“Di beberapa daerah telah terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19. Setelah di analisis, sebagian besar peningkatan kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan cukup signifikan berada di wilayah Sumatera. Tentunya hal ini harus menjadi atensi kita semua,” ucap Ketua Satgas Covid-19 itu.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan agar pengurus tempat ibadah wajib menunjuk petugas khusus yang selalu mengingatkan para jamaah untuk melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah. Pemda setempat harus tegas mencegah hal-hal yang menimbulkan kerumunan.

“Kami sudah membuat kebijakan terkait peraturan menjelang Idul Fitri, seperti pelaksanaan Sholat Ied kapasistasnya hanya boleh diisi maksimum 50 persen. Tinggal pemda setempat berkoordinasi seluruh elemen masyarakatnya,” kata Yaqut sambil menambahkan, jangan melaksanakan arak-arakan atau takbiran keliling menjelang Idul Fitri. (*syahroel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here