Tengah Asean, Natuna Perangi Covid19

0
474
BUPATI Natuna Abdul Hamid Rizal saat di wawancara sejumlah awak media di depan rumah dinas

Pemerintah Kabupaten Natuna gelontorkan anggaran antisipasi penyebaran virus corona (Covid19) sebesar Rp15 milyar.

Kabarterkini.co.id, Natuna – Pagi belum tinggi, Selasa 24 Maret 2020. Tapi depan rumah dinas Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Ranai, ramai awak media. Didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Natuna, salah satu Kepala Bagian Kerjasama Setda Natuna Ronnie Indra, pemimpin kabupaten kepulauan perbatasan sejumlah negara Asean ini, ingin menyampaikan keputusannya kurang populer bagi dinas, namun sangat menguntungkan masyarakat.

Keputusannya, memangkas sejumlah anggaran OPD Natuna, dari perjalanan dinas, hingga kegiatan seremonial. “Kita ingin kerja optimal, antisipasi penyebaran Covid19,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional Kepulauan Riau itu. “Jadi, perlu anggaran tidak sedikit, maklum kabupaten kita, terdiri dari beberapa pulau.”

Natuna, negeri kepulauan, dengan sejumlah kecamatan terpisah lautan dari Kota Ranai, ibukota kabupaten perbatasan ini. Kecamatan terpisah dari Ranai, yaitu: Serasan, Serasan Timur, Subi, Midai, Suak Midai, Pulau Laut dan Bunguran Barat (Sedanau). Dengan terpisah lautan, kabupaten hanya 1 persen daratan, 99 persen lautan itu, Satgas Covid19 Natuna perlu biaya dan tenaga ekstra dalam bekerja.

Yang lebih riskan, bukan hanya punya kecamatan terpisah lautan, Natuna dikelilingi sejumlah negara luar. Dalam peta dapat terlihat, kabupaten kaya sumber daya alam minyak, gas dan perikanan ini, dikelilingi negara Thailand, Kamboja, Vietnam, China, Taiwan, Philipina, Brunei, Malaysia, Singapura dan Malaysia timur.

Dengan dikelilingi sejumlah negara Asean, Natuna rentan terserang Covid19. Virus sangat mematikan, belum ada obat penawar itu, awal mula muncul di Wuhan, China. Virus menyebar, serta menyerang semua negara di dunia, termasuk negara-negara tetangga Natuna. Padahal Pulau Jawa, termasuk Jakarta, jauh jangkauan dari China, Covid19 mulai “bergerilya”. Ratusan terjangkit, puluhan orang meninggal dunia, diantaranya berprofesi sebagai dokter.

Sehingga wajar, Hamid memplot anggaran antisipasi penyebaran Covid19 hingga Rp15 milyar. Rupanya pemangkasan anggaran OPD Natuna, belum mencukupi. Terdengar kabar, diambil anggaran dari penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Natuna di Bank RiauKepri. “Kita lakukan penarikan anggaran penyertaan modal di Bank RiauKepri,” kata Hamid. “Anggaran itu, merupakan bentuk tanggungjawab kita pada masyarakat, agar terhindar dari Covid19.”

Keputusan memplot anggaran perangi Covid19, ia tidak serta merta mengambil kebijakan sendiri, melainkan rapat internal dengan seluruh pimpinan OPD Natuna. Akhir rapat, semua setuju pemangkasan anggaran kegiatan disetiap OPD seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, termasuk menarik anggaran penyertaan modal di Bank RiauKepri.

Anggaran terkumpul, akan dialokasikan untuk insentif serta pengadaan alat pelindung bagi petugas medis, dari dokter, perawat serta pihak lain, yang terlibat dalam penanganan pasien Covid19. Lalu, sejumlah fasilitas kesehatan di perbaharui, dari Rumah Sakit Umum Daerah Natuna hingga Puskesmas.

Tidak lupa, Hamid berpesan, pada seluruh masyarakat Natuna, memperbanyak doa dan ibadah. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menghindari tempat keramaian serta mengurangi aktivitas diluar rumah jika tidak ada hal bersifat mendesak. “Beribadah dan hidup sehat itu, penting,” kata Hamid.

Seusai di wawancara awak media, dengan kenderaan dinas, Hamid bergerak, dari rumahnya menuju RSUD Natuna, Jalan Ali Murtopo, Ranai. Ia di temani Ketua Forum Kabupaten Sehat Natuna, yang juga istrinya, Nurhayati Hamid Rizal.

Terlihat, sejumlah awak media, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Natuna, dahulu bernama Bagian Humas dan Protokol Setda Natuna, antara lain, Kepala Bagian, Defrizal didampingi Kasubagnya, Syamsul. “Pak Bupati ingin melihat langsung fasilitas RSUD Natuna,” bisik Direktur RSUD Natuna Medi pada awak media. “Sekaligus, Beliau ingin memantau ruang isolasi khusus Covid19.”

Di RSUD Natuna, Hamid beserta rombongan memantau sejumlah ruangan. Ia ingin melihat langsung, tidak hanya menunggu laporan tentang kondisi ruang isolasi khusus Covid19. Hasil pantauan, RSUD Natuna telah siap 100 persen, seandai sewaktu-waktu ada masyarakat Natuna terserang Covid19.

Tidak terkecuali peralatan pelindung bagi tenaga medis. Sehingga tidak mengorbankan tenaga medis, ketika mengobati pasien, terjangkit Covid19. “Saya rasa, RSUD Natuna telah siap,” kata Hamid. “Tapi saya berdoa, masyarakat Natuna selalu sehat, dan terhindar dari Covid19.”

Dari RSUD Natuna, jaraknya sekitar 7 kilometer, Hamid beserta rombongan bergerak ke Puskesmas Tanjung. Waktu tempuh sekitar satu jam, jarak tempuh sekitar 8 kilometer. Di Puskesmas Tanjung, fasilitas pendukung antisipasi Covid19, siap sempurna. Tenaga medis, serta peralatan, aman terkendali. “Semoga Alloh SWT, selalu melindungi masyarakat Natuna dari penyakit berbahaya apapun, khusus Covid19,” doa Hamid. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here