Antisipasi Covid19, Polres Perbatasan Semprot Disinfektan Area Pelabuhan Binjai – Sedanau

0
413
KAPOlRES Natuna AKBP Ike Krisnadian sedang cek suhu seorang penumpang pakai Thermal Gun

Kabarterkini.co.id, Natuna – Antisipasi penyebaran virus corona atau Covid19, Polres Natuna semprot cairan disinfektan di sejumlah area Pelabuhan Penyeberangan Binjai – Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Penyemprotan obat pembasmi kuman penyakit itu dilakukan demi mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid19 di kabupaten kepulauan perbatasan ditengah negara Asean ini.

“Kita melakukan penyemprotan di kawasan ramai dikunjungi masyarakat, salah satu Pelabuhan Binjai,” kata Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, Kamis siang 19 Maret 2020. “Kita juga melakukan sosialisasi, pengecekan suhu tubuh serta cuci tangan penumpang pakai sanitizer.”

Dalam melakukan kegiatan, tampak mendampingi, antara lain, Wakapolres Natuna Kompol Wahyu Edhy Sadono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna Mexianus Bakabel, Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar DJ, Direktur RSUD Natuna Medi Primatori serta Kepala Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Natuna Syawal Saleh.

SAAT penyemprotan disinfektan

Kegiatan penyemprotan lanjutan, sambung Ike, rencananya akan dilakukan di Pelabuhan Selat Lampa, ketika Kapal Bukit Raya datang dari sejumlah pulau-pulau di Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Sehingga penyebaran Covid19 tidak sampai di kabupaten perbatasan ini.

“Selama kita lakukan pengecekan suhu tubuh penumpang pulang pergi Binjai – Sedanau, menggunakan Thermal Gun, semua sehat,” kata Ike. “Jadi kegiatan hari ini, tidak ditemui satu pun masyarakat dicurigai terpapar Covid19.

Direktur RSUD Natuna Medi Primatori dalam sosialisasi dihadapan sejumlah penumpang, menghimbau pada masyarakat agar jangan terlalu panik pada virus corona. Karena penyebaran, tidak melalui udara, melainkan cairan keluar dari hidung atau mulut, ketika sang penderita bersin atau batuk.

DIREKTUR RSUD Natuna Medi saat sosialisasi

Kemudian cairan keluar itu terhirup atau mendarat di benda atau permukaan disentuh orang sehat. Lalu orang sehat ini menyentuh mata, hidung atau mulutnya.

“Kalau ada saudara kita sedang demam tinggi, jangan sungkan berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” ungkap Medi. “Lebih baik antisipasi dari pada mengobati.”

Gejala umum penyakit ini, menurutnya, demam, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, diare atau sesak nafas. Antisipasi paling baik, menjaga jarak satu atau dua meter dari orang terlihat kurang sehat, atau sedang flu.

KEPALA Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Mexianus Bekabel saat menyemprot cairan sanitizer pada penumpang

“Saya pun menghimbau pada masyarakat, agar hindari tempat keramaian,” timpal Ike. “Jangan keluar rumah, jika tidak perlu.”

Sekali lagi Kapolres kabupaten perbatasan itu, meminta masyarakat jangan terlalu panik. Sehingga memborong sembako, lalu menimbun dirumah. Sebab stok sembako aman, tidak perlu dibeli berlebihan.

“Kita terus laksanakan kegiatan hingga 29 Mei 2020,” terang Ike. “Selama kita melaksanakan kegiatan, tidak ditemukan satu masyarakat terpapar Covid19.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here