Resmikan Pabrik Polietilena di Cilegon, Presiden Berharap Indonesia Tidak Lagi Impor Petrokimia

0
171

kabarterkini.co.id, CILEGON – Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik baru, PT Chandra Asri Petrochemical di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Jumat 6 Desember 2019. Pabrik memproduksi polietilena yang merupakan bahan baku pendukung infrastruktur, serta sejumlah industri lain dan akan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri.

“Kita tahu PT Chandra Asri ini, pionir industri petrokimia di Tanah Air. Oleh karena impor kita di bidang petrokimia besar, kita harap investasi penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus kita berikan ruang, agar impor bahan-bahan petrokimia, betul-betul stop dan kita justru bisa mengekspornya,” sambutan Jokowi dikutip BPMI Setpres.

Kepala Negara mengapresiasi investasi pembangunan pabrik baru ini, yang hasil produksinya dapat dijadikan substitusi impor. Sebagaimana diketahui, impor minyak dan gas serta petrokimia untuk kebutuhan industri nasional masih terlampau besar. Sehingga memberatkan neraca perdagangan.

“Salah satu masalah besar dihadapi negara kita, defisit transaksi berjalan. Karena barang-barang kita produksi di dalam negeri, bahan baku kebanyakan impor. Termasuk di petrokimia dan impor minyak dan gas,” ucapnya.

Berdasarkan data diterima, papar Jokowi, kebutuhan domestik polietilena sebagai bahan baku industri mencapai 2,3 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi nasional bahan baku itu baru mencapai 780 ribu ton.

“Artinya kita masih impor 1,52 juta ton. Jangan berikan dong peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri, kenapa harus impor?” tegasnya.

Pembangunan pabrik baru polietilena diharap dapat meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri. Otomatis mengurangi ketergantungan impor komoditas.

Jokowi berharap di masa depan, industri nasional mampu memproduksi sendiri seluruh bahan-bahan petrokimia. Sehingga memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan bahkan melakukan ekspor ke negara lain.

“Pembangunan pabrik baru polietilena PT Chandra Asri Petrochemical merupakan langkah konkret. Seperti ini diperlukan negara kita, bukan wacana-wacana,” tuturnya.

Investasi dilakukan industri juga, menurut Jokowi, dipandang akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja besar. Dapat menyerap tenaga kerja yang berada di sekitar wilayah industri atau pabrik-pabrik didirikan.

“Kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal dan investasi. Larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja sebesar-besarnya akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya di Cilegon dan Banten, tetapi perekonomian nasional kita,” katanya.

Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam laporan mengatakan, pabrik baru berkapasitas 400 ribu ton per tahun ini dibangun dengan nilai investasi sebesar USD380 juta. Pabrik baru ini menjadikan kapasitas produksi perusahaan meningkat menjadi 736 ribu ton per tahun.

Hasil produksi pabrik akan digunakan memenuhi kebutuhan industri nasional sebagai produk substitusi impor. Mengingat hingga saat ini sejumlah produk petrokimia masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah selama ini melalui insentif pajak dan tax holiday sangat berguna dalam mendatangkan investasi,” ucap Erwin.

Ke depan, pihaknya akan kembali berinvestasi untuk mengembangkan kompleks pabrik petrokimia kedua, dengan nilai investasi berkisar antara Rp60 triliun hingga Rp80 triliun yang diperkirakan akan selesai dalam waktu empat tahun.

“Kami berkeinginan agar kompleks petrokimia Chandra Asri dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Terkait hal itu, Jokowi meminta agar investasi akan kembali dilakukan, dapat segera meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor petrokimia. Sehingga beban defisit negara menjadi berkurang.

Bahkan, Kepala Negara berharap agar penyelesaian pengembangan kompleks baru dapat diselesaikan lebih cepat dari target semula. “Segera selesaikan pabriknya. Kalau bisa jangan sampai empat tahun, dua tahun selesai. Dikebut,” saran Jokowi.

Sementara, dalam peresmian, Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, serta Gubernur Banten Wahidin Halim. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here