Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Kelapa Bakar Jadi Incaran Warga Lhokseumawe

0
234
KELAPA bakar di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, KABARTERKINI.co.id – Lhokseumawe bisa dikatakan, salah satu kota transit di Aceh. Mengingat posisinya berada persis ditengah-tengah, antara Medan dan Banda Aceh. Selain itu, Lhokseumawe merupakan kota kedua terbesar di Provinsi Aceh yang menyajikan beraneka ragam kuliner.

Misal, kelapa bakar (ue teutot), kini merupakan kuliner baru, menjadi incaran warga Lhokseumawe. Dengan khasiat menjaga kesehatan tubuh, terutama di masa pandemi Covid-19.

Berbeda dengan kelapa muda biasa, kelapa dibakar terlebih dahulu hingga meresap ke dalam buah. Lalu, diracik dengan campuran berbagai rempah-rempah tradisional, sebelum disajikan ke para pembeli.

Kelapa muda bakar ini memiliki aroma khas, perpaduan rempah-rempah alami menjadi satu. Lagi pula tekstur isi kelapa lebih lembut.

Lokasi kuliner kelapa muda bakar, banyak di jual di Jalan Stadion Tunas Bangsa, Desa Mon Geudong,  Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Usaha kelapa muda bakar ini berawal dari ide adik saya. Yang terlebih dahulu berjualan di Malaysia,” kata penjual kelapa muda bakar Zulfikar, Ahad 27 Desember 2020.

Berkat ide adiknya, Zulfikar mencoba membuka usaha kuliner baru ini. Tidak disangka, menjadi incaran atau favorit warga Lhokseumawe.

“Permintaan kelapa muda bakar ini terus meningkat dari hari ke hari. Saat ini perhari bisa terjual 50 hingga 70 buah kelapa muda,” katanya.

Untuk proses pembakaran, sambung Zulfikar, dibutuhkan waktu satu hingga tiga jam. Agar mendapatkan rasa pas dan tekstur isi lembut.

“Satu porsi, saya jual Rp15 ribu. Alhamdulillah semakin hari semakin banyak peminatnya,” ungkap Zulfikar.

Sementara itu, salah seorang pembeli kelapa bakar, Adul mengatakan, ia bersama keluarga sering menikmati kelapa muda bakar. Sebab memiliki rasa khas rempah-rempah dan bisa menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi Covid-19.

“Setelah minum kelapa muda bakar, badan saya terasa segar bugar. Meskipun dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah, namun rasanya nikmat sekali. Awalnya saya pikir rasanya seperti jamu tradisional,” tutupnya. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here