DANA GOTONG ROYONG, PERJUANGAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI PULAU TUJUH

0
412

Catatan: Andi Surya

DANA gotong royong, mesin penggerak roda perjuangan pembentukan Otonomi Khusus Provinsi Kepulauan Natuna – Anambas, atau Provinsi Pulau Tujuh. Sebab dengan dana gotong royong, perjuangan tidak memerlukan anggaran daerah atau negara.

Karena akibat menggunakan dana daerah atau negara, perjuangan berhasil, tidak sedikit para pejuang, dari tokoh masyarakat atau pemuda masuk penjara, dengan alasan penyalahgunaan anggaran.

Lalu, bagaimana mekanisme mengumpulkan dana gotong royong? Pada tulisan sebelumnya, kira-kira setahun lalu, penulis pernah menjabarkan, bahwa masyarakat Kabupaten Natuna – Kabupaten Kepulauan Anambas, di dalam daerah, luar daerah hingga luar negeri, jumlahnya diperkirakan 400 ribu atau 500 ribu orang. Atau ambil minimum, 300 ribu orang.

Jika satu orang menyumbang Rp100 ribu saja, × 300 ribu orang, sudah sekitar Rp30 milyar, dana gotong royong terkumpul. Dana sumbangan, mungkin lebih, bagi masyarakat Natuna – Anambas yang hidup berkecukupan, tinggal di luar daerah atau luar negeri.

Belum lagi, sumbangan dari masyarakat bukan asli Natuna – Anambas, tapi mereka peduli pada kedua kabupaten berada di tengah negara Asean, yang kaya minyak, gas, perikanan dan pariwisata ini.

Cara mengumpulkan atau memudahkan masyarakat memberi sumbangan? Caranya, harus dibentuk Badan Perjuangan Pembentukan Otonomi Khusus Provinsi Kepulauan Natuna – Anambas,  agar bisa membuka rekening perjuangan di beberapa bank.

Bagaimana masyarakat mengetahui, rekening bank Badan Perjuangan? Jelas peran serta media massa, baik cetak maupun elektronik, berupa iklan pemberitahuan. Kalau perlu, hingga TV nasional.

Namun pemasangan iklan harus diberi penjelasan, sehingga masyarakat Natuna – Anambas, semakin tergerak memberi sumbangan. Hanya pesan penulis, setelah dana gotong royong perjuangan Otonomi Khusus Provinsi Kepulauan Anambas – Natuna, terkumpul.

Hendaknya dipergunakan setransparan mungkin, dengan memberitahukan setiap penggunaan anggaran, bukan hanya secara tertulis, juga melalui media massa.

Supaya masyarakat pemberi sumbangan merasa senang, dana sumbangan mereka, benar-benar digunakan untuk memperjuangkan pembentukan Otonomi Khusus Provinsi Kepulauan Natuna – Anambas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here