Memakan Korban, Telaga Bidadari Ditutup Bagi Umum

0
210
PERSONEL Ditpam BP Batam saat membongkar jembatan darurat tempat lalu lalang masyarakat ke Telaga Bidadari

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam) BP Batam menutup akses, serta melarang masyarakat memasuki Telaga Bidadari, Waduk Muka Kuning. Hal ini dilakukan menyusul ditemukan seorang warga meninggal dunia karena tenggelam saat berenang di telaga itu, Rabu 11 Agustus kemarin.

Kepala Subdit Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam, Kurniawan mengatakan, Telaga Bidadari merupakan kawasan resapan air. Tidak boleh diganggu, karena akan berpengaruh kepada kualitas dan debit air.

“Jadi Telaga Bidadari bukan objek wisata terbuka untuk umum. Pasalnya, lokasi tersebut masuk juga dalam area tangkapan air hujan atau catchment area,” kata Kurniawan baru-baru ini.

TELAGA Bidadari, Waduk Muka Kuning, Batam

Akses menuju Telaga Bidadari, sambungnya, saat ini ada dua, yaitu melalui Kampung Aceh, Muka Kuning dan Bukit Daeng, Tembesi. Agar telaga aman dari kunjungan masyarakat, kedua akses dibangun pos penjagaan.

“Ditpam bersama BU Fasling, BKSDA, dan KLHK sudah beberapa kali melakukan penertiban terkait adanya warga melakukan pungutan tidak resmi untuk masuk melalui akses Kampung Aceh. Namun warga setempat kembali melakukan pungutan,” papar Kurniawan.

SALAH satu akses masuk ke Telaga Bidadari

Kini, menurutnya, Ditpam bersama BU Fasling akan perketat penjagaan kawasan tangkapan air, dengan melakukan patroli secara rutin. Selain penertiban, pihaknya melakukan pembongkaran secara persuasif pada pemilik gubuk atau rumah liar, tangkul, bubu, keramba dan kebun liar.

“Sekali saya minta pada masyarakat agar tidak lagi memasuki atau berenang di kawasan Telaga Bidadari. Karena akan berpengaruh kepada kualitas dan debit air,” pungkasnya. (*cc/herbin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here